Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Liburan Semester 6 ini Berbeda

       Ramadhan kali ini benar2 menjadi Ramadhan yang berbeda. Bila dibandingkan dengan liburan semester genap atau ramadhan2 tahun sebelumnya. Bila di liburan semester 2 liburanku terasa menyenangkan meski harus kembali ke ma'had karena urusan keisyrifan di MSAA, tapi bagiku masih belum terlalu memusingkan kepala. Di semester 4 liburanku diisi dengan kegiatan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dimana saya menemukan keluarga baru, teman baru dari berbagai jurusan dan daerah. Penuh pengalaman indah dan menyenangkan tentunya di samping pasti ada saja pengalaman yang menyedihkan di dalamnya. Tapi usai semester 6 ini, rasanya liburan kali ini tidak seperti liburan. Bagaimana tidak, hari pertama Ramadhan (18 Juni) ini aku sahur di MSAA, padahal pengen banget untuk sahur di rumah, tapi alhamdulillah bisa berbuka di rumah karena usai subuh aku langsung berangkat ke bojonegoro mengendarai motor milik Fajri bersama Darkun dan Arina. Tanggal 22 Juni aku harus rela kembali ke Malan...

Diskusi seputar MSAA

    Sore ini aku berkali-kali di PING oleh Diah Santika. Aku diminta untuk menemaninya belajar persiapan UTS esok hari. Usai sholat Isya’ kulangkahkan kaki dengan mantap menuju masjid Tarbiyah. Sesampai disana kami langsung saja belajar tsaqafah al-arobiyah diselingi dengan canda tawa dan cerita kesana kemari. Maklum, sudah cukup lama nggak cakap-cakap dengan intens. Dia bercerita kalau sekarang sudah tidak ngekos lagi. Ia sekarang bersama Bu Mamlu dan ketika ijin malam, maka harus kembali maksimal pukul 22.00. Sebagai seorang teman tentunya sangat senang mendengar ia menjadi lebih baik dan mau memperbaiki diri. Sejurus kemudian, Zian datang bersama Fiqih Vredian, ketua LKP2M. Mereka berdua akan mengikuti lomba LKTI di suatu tempat.        Dan salah satu pembicaraan kami adalah mengenai Ma’had Sunan Ampel Al-Aly. MSAA adalah sebuah ma’had milik UIN Maliki Malang dimana mahasiswa baru wajib berada disana selama 2 semester alias 1 tahun. Kami ...

Ambillah jalan tengah Pak!

       Salah satu matakuliah di semester 6 ini adalah matakuliah Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia yang diampu oleh Pak T***s. Awalnya, saya begitu terpesona dengan retorika dan juga apa yang disampaikan berkaitan dengan kebudayaan di negeri ini. Tetapi, lama kelamaan saya merasa risih juga. Pasalnya beberapa kali bapak tersebut menyebutkan kebudayaan tertentu dan terkesan rasis. Terlebih lagi, bapak tersebut juga mendiskriminasi salah satu kelompok ormas Islam di Indonesia dan berkata beliau sangat mengapresiasi ormas Islam yang sangat menjunjung tinggi adat dan tradisi. Menurut saya, bapak tersebut belum membaca buku dari kedua ormas secara lengkap dan komplit sehingga kesimpulan yang didapatkan begitu rasis dan terkesan tidak objektif. Hendaknya sebagai seorang dosen yang memegang matakuliah yang berpotensi untuk menimbulkan perbedaan antar ormas Islam, beliau bisa lebih bijak dan mengambil jalan tengah. Jangan sampai hanya karena sebuah ormas Islam tersebut s...

Coban Jahe yang begitu Mempesona

       Padatnya aktivitas kuliah mulai Senin sampai Jum’at membuat anak kuliahan biasanya menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan atau hanya sekadar berlibur sejenak dari kesibukannya. Hal ini juga dilakukan oleh musyrif Ibnu Kholdun. Minggu ini mereka menyempatkan untuk berkunjung ke rumah Musthofa dan tak lupa mengunjungi Coban Jahe, salah satu wanawisata yang berada di Kota Tumpang. Pukul 7.30 mereka sudah bersiap-siap dan membariskan sepeda motor mereka di depan tower untuk sekadar berfoto sebelum perjalanan dimulai. Seperti biasa, aku selalu menjadi yang terakhir bila perjalanan mengendarai motor, dan bernar saja untuk kesekian kalinya aku tersesat karena tidak tahu lokasi rumah Musthofa dan tertinggal dari teman-teman yang lain. Saat itu, aku sudah hampir sampai di minus 7 km dari Coban Jahe, saat itu kami benar-benar kehilangan arah dan bingung. Bang Obeng langsung bertanya ke teman yang lain dan akhirnya kami dijemput di dekat POM bensin dekat daerah Tu...

Matakuliah Semester 6 Bertema PENDIDIKAN

       Matakuliah di semester 6 ini lebih banyak berorientasi pada pendidikan daripada bahasa Arab. Memang cukup berbeda dari semester-semester sebelumnya. Matakuliah semester ini adalah Teologi Islam, Anakon Anakes dalam PBA, Pengembangan Bahan Ajar BA, Tsaqafah Al-Arabiyah, Teknologi Pendidikan, Desain Pembelajaran BA, Masyarakat dan Kebudayaan Indonesia, Micro Teaching, Bimbingan dan Penyuluhan, Evaluasi Pembelajaran BA, Balagah III, dan Pengelolaan Kelas.         Di semester 6 ini, teman-teman PBA diminta lebih fokus dalam hal pengaplikasian apa yang sudah diperoleh selama 5 semester sebelumnya. Semester ini memang sedikit terasa membosankan karena sudah pasti tanggungan tugas akan semakin berat mengingat semester ini juga diharuskan untuk mempersiapkan proposal skripsi yang akan kami seminarkan pada seminar proposal skripsi pada semester selanjutnya. Beberapa teman merasa bosan dengan matakuliah pendidikan ini, apalagi yang berlatar ...

Bojonegoro Malang 5,5 jam

       Pagi ini aku kembali ke Malang untuk kembali menuntut ilmu. Usai liburan hampir 2 bulan, akhirnya aku harus kembali ke Kota Bunga. Persiapan sudah aku lakukan tadi malam, mulai mempersiapkan motor serta bawang bawaan yang akan dibawa ke Kota Malang. Cukup banyak memang yang harus dibawa mengingat liburan yang cukup panjang dan titipan untuk adikku yang sedang belajar di MAN 3 Malang. Akhirnya pukul 7 pagi aku berangkat. Belum sampai jauh, aku teringat kalau STNK sepeda motor ayahku masih berada di dompetku, akhirnya aku kembali ke rumah sebentar untuk mengembalikannya. Baru kemudian aku lanjutkan perjalanan ke arah Tuban, menyusul Darkun, teman PBA yang sudah tiba beberapa saat sebelum aku berangkat. Sesampainya disana kami langsung berangkat menuju Malang.         Perjalanan tak begitu berat mengingat aku sudah pernah bersepeda jauh, meski hanya sekali. Di tengah perjalanan kami istirahat sebentar karena aku merasa kelelahan menge...

Lamaran Mbak Desy

       Udara pagi Kota Pahlawan cukup segar. Hari ini aku bersama keluarga berada di Surabaya untuk menghadiri lamaran calon laki-laki Mbak Desy yang bernama Bobby dari Sidoarjo. Benar-benar awal hari di bulan penuh cinta yang sangat mendebarkan, menyenangkan. Kutunaikan sholat subuh di masjid lalu berjalan-jalan di sekitar kompleks rumah Bibiku. Kukunjungi persemayaman Paman Purwohadi yang berada tak jauh dari kediaman Bibi Sri. Setelah beberapa saat, kami sarapan dan mandi untuk bersiap-siap menyambut tamu dari Sidoarjo. Tamu pun datang pada pukul 8.30. Pembicaraan berlangsung dengan khidmat dan terdengar canda tawa dari teras rumah yang menandakan kedua keluarga ini sudah sama-sama rela anaknya berjodoh satu sama lain. Terbersit harapan di masa depan untuk dapat meminang wanita sholehah seperti Mbak Desy, oh, indahnya. Aku kadang membayangkan kalau ketika aku lamaran nanti, tubuhku dipenuhi peluh. Peluh menetes tiada henti dari dahi dan juga wajah ini. Huft ... ...

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Jatirogo Tuban

       Mentari belum juga menampakkan cahayanya. Jalanan masih cukup sepi, hanya terlihat beberapa orang kesana-kemari pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Tak lama aku dan ayahku setelah bersih diri segera melau ke arah utara, SMAN 1 Jatirogo Tuban tepatnya. Jadwalnya, hari ini ayahku akan mengisi pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan disana. Menjelang pukul 7, kami berhenti sebentar di warung dan sarapan disana. Perjalanan berlanjut menuju SMAN 1 Jatirogo. Disana, kami disambut oleh salah seorang guru dan langsung diarahkan menuju kantor sekolah. Setalah beberapa saat berbincang dengan kepala sekolah dan salah seorang guru fisika yang inspiratif karena satu hari bisa membaca Al-Qur'an sampai 3 juz dan kini telah mengarang buku Fisika perspektif Al-Qur'an.        Dua orang siswi masuk kantor dan mengajak guru serta ayahku untuk menuju Aula sekolah yang berada di sebelah kiri masjid sekolah. Sesampai ...

Kunjungan ke rumah Rifa bersama Keluarga

        Pagi ini aku bersama keluarga berangkat menuju Jombang dan Kediri. Kami bermaksud mengunjungi rumah Bibi di Jombang dan juga tak lupa takziyah ke rumah Rifqiya Hidayatul Mufidah, teman sekelas MABI MAN 3 Malang 2,5 tahun yang lalu. Pukul 05.45 kami berangkat dengan sopir ayahku sendiri. Ini merupakan uji nyali pertama ayahku berkendara jauh setelah sebulan lebih belajar nyetir mobil. Kami berhenti sejenak untuk sarapan di Jombang dan kami sampai pada pukul 8 di rumah Bibi Tini. Disana kami hanya sekitar 1 jam. Pukul 9 kami langsung berangkat menuju Kediri. Kami sampai di Kediri pada pukul 10.45. Kami disambut kakak dan juga ayah Rifa. Kagetnya, ada juga beberapa teman yang tak asing seperti Anas. Baru sekitar 3 menit, teman-teman rombongan Malang pun berdatangan. Fiqhi, Zian, Fikri, Wilda, Royhan, dan Asyiq berkendara dari Malang. Setelah beberapa saat, kami bertemu dan bercengkrama di ruang tengah dan ternyata disana aku lihat wajah-wajah yang sudah tak as...

Makan Malam bareng Keluarga

       Sudah lama rasanya tak makan malam bersama di lura bareng keluarga tercinta. Meski tak beranggotakan lengkap karena adikku sudah kembali mencari ilmu di Kota Malang, maka malam minggu kali ini terasa indah. Berangkat dari rumah sudah menjelang pukul 9 malam. Malam itu, kami memang sengaja keluar agak malam, sekalian lapar kata ibuku. Ok, tak apalah. Akhirnya, kami pun keluar dan sebelum makan malam, kami sempatkan untuk melihat sejenak batu Semar yang hari-hari ini menghebohkan warga Bojonegoro. Setelah puas melihat-lihat, kami pun langsung menuju Pak Trimo, tukang nasi goreng langganan kami. Di warung yang remang-remang karena memang tak ada lampu dan cahaya yang menerangi, kami pun mengambil duduk lesehan dan menunggu pesanan kami. Setelah pesanan datang, kami langsung menyantapnya dengan sangat lahap sambil berbincang kesana-kemari. Hingga akhirnya, kami putuskan untuk pulang ke rumah, bersitirahat menyongsong hari esok yang tentunya penuh dengan kesi...

Adikku ikut Tapak Suci

       Luqman Al-hakim Perkasa, adik keduaku yang kini duduk di bangku kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro mengikuti tapak suci. Awalnya aku sempat tak percaya. Tetapi setelah melihat sendiri adikku ikut ujian naik tingkat, diriku baru mempercayainya. Berdasarkan nama belakangnya, Perkasa, rasanya kurang bila tidak ikut tapak suci. Sekali lagi ini menurutku. Tapak suci yang diikuti adikku semakin membuatku bergairah untuk terus bergerak di bidangku sendiri seperti tulis menulis dan bahasa Arab. Ayahku dulu memang pernah ikut kegiatan semacam tapak suci yang bernama Kalimasada. Mungkin hal inilah yang menurun kepada adik keduaku ini.         Di luar itu semua, semoga segala hal yang dilakukan adik keduaku ini benar-benar bermanfaat di masa depan. Aamiin 

Adikku dikhitan

       Ada sedikit kejutan ketika aku pulang ke rumah dalam rangka liburan sekitar 1 bulan ini. Salah satunya adik laki-lakiku, Luqman Al-Hakim Perkasa ternyata sudah khitan beberapa waktu yang lalu. Tepatnya pada 25 Desember 2014. Diriku ikut senang mendengarnya. Kata ibuku, awalnya adikku takut, tetapi karena dirayu oleh ayahku, akhirnya adikku pun mau untuk dikhitan. Setelah dikhitan adikku terus-menerus memakai sarung. Namun, ada satu inovasi yaitu ada celana dalam khusus yang dapat dipakai oleh orang yang pasca khitan yang pada zamanku dulu hal ini belum ada. Yang penting adalah bila sudah dikhitan tentunya tanggung jawab kehidupan ini sudah dipikul sendiri-sendiri dan tidak lagi menjadi tanggungan orang tua. Maka dari itu, ibadah dan belajarnya harus lebih giat karena semuanya dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT.

Belajar Nyetir Mobil

       Beberapa waktu lalu, aku mendengar kabar baik kalau ayahkus sudah mulai terbiasa mengendarai mobil kampus. Aku pun sempat suatu saat ketika pulang merasakan bagaimana ayahku menyetir dan aku kira sudah lumayan mahir dalam hal haluan, pindah haluan dan sebagainya. Mungkin kurang latihan saja agar dapat mengendarai mobil dengan lebih lancar lagi. Dua hari yang lalu, Senin, 5 Januari 2015 aku berkesempatan untuk ikut latihan mengendarai mobil ini. Awalnya aku hanya menghafalkan beberapa tools yang ada di bagian kemudi mobil. Inginnya aku mau langsung praktek hari itu, namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 dan itu pertanda ayahku harus segera ke kantor, maka latihan hari itu pun dicukupkan.

Kau temaniku malam itu

       Malam itu begitu berkesan, ketika diri sedang dirundung galau karena memikirkan tugas UAS yang belum selesai, padahal esok harinya harus segera dikumpulkan, hadirlah kejutan dari orang tersayang. Tiba-tiba saja dia ngechat lewat BBM dan terus berlanjut hingga tengah malam. Aku begitu suka hal-hal seperti ini. Hal-hal berbau kejutan yang mungkin bagi sebagian orang hanya sebentar, namun bagiku sendiri tak perlu lama-lama. Mengapa harus berlama-lama. Prinsip saya adalah dengan pertemuan sekejap dan tiba-tiba akan menimbulkan kerinduan yang mendalam di pertemuan beberapa waktu sesudahnya.