Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Must I Say I Love You ???

       Mengungkapkan cinta berarti suatu ungkapan cinta kasih dari seorang laki-laki kepada perempuan. Seberapa pentingkah? Beberapa waktu lalu, ketika aku pulang ke Bojonegoro bersama adikku, aku menyimak siaran radio yang mengatakan beberapa alasan kenapa seorang laki-laki tidak mau mengungkapkan cinta kepada lawan jenisnya. Yang masih kuingat hanya beberapa,  1. Karena mengungkapkan cinta itu tidak begitu penting, lebih penting untuk membuktikan cinta dalam perbuatan nyata 2. Kata-kata I Love You terkesan palsu apabila terus diucapkan oleh seorang cowok kepada lawan jenisnya, sehingga lebih baik tidak mengungkapkan cinta, karena bila terus menerus berkata aku sayang kamu itu malah terkesan dibuat-buat dan palsu adanya  3. Sikap Tertutup. Sikap seorang cowok yang kadang tertutup membuatnya susah untuk berkata I Love You  4. Belum memiliki mental yang cukup untuk mengungkapkan cinta.  Beberapa waktu setelahnya, aku posting sebuah st...

Cinta ini ...

       Tak tahu kenapa, rasa ini kembali muncul menjalar ke setiap jiwaku, mengalir bersama aliran darahku dan juga hembusan nafasku. CINTA. Oh, betapa indah kata itu. Kian hari, rasa padamu kian menjadi, tak tahu kenapa, setiap kali kuamati fotomu, kulihat senyummu, kuperhatikan gerak tingkahmu, kuikuti postinganmu, statusmu, tulisanmu, dan segala hal yang berhubungan denganmu. Akhir-akhir ini, komunikasi denganmu semakin mengalir saja. Karena akhir-akhir ini kamu sering OL FB sehingga kita dapat lebih sering berbicara, mendiskusikan berbagai hal, menulis, psikologi, agama, dsb. Baru aku tahu kalau dirimu adalah anak bungsu alias terakhir, kakamu memang berada di kampus yang sama dengan kita kuliah, bahkan satu fakultas denganku meski beda semester. Ayahmu bekerja di luar negeri, Arab Saudi tepatnya. Aku lupa apa profesinya, dan ibumu menjaga toko di depan rumahmu sebagaimana yang sering kamu ceritakan tempo hari padaku. Ternyata, ibumu tak merestui dirimu untu...

Semakin

       Rasa ini semakin menjadi-jadi. Berubah menjelma ke dalam untaian kata-kata indah yang sudah beberapa minggu ini aku lontarkan kepadanya. Meski tak secara langsung tetapi semua itu tentu menyiratkan semburat harapan dalam jiwa untuk suatu saat bersanding dalam panggung suci dilanjutkan dengan mengarungi bahtera kehidupan bersama, seiya, sekata.         Buku Rantau 1 Muara mengilhamiku untuk mengikuti jejak seorang bernama Alif, tokoh utama dalam novel tersebut yang mampu menaklukkan dunia berkat tiga jurus saktinya yang didapat ketika masih nyantri di PM. Tiga mantra itu adalah  "Man jadda wajada" (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka dapatlah ia)  "Man shabara dzafira" (Barangsiapa yang bersabar maka ia akan mendapat keberuntungan) "Man saara 'ala darbi washala" (Barangsiapa yang berjalan di atas jalanNya maka ia akan sampai tujuan).  Di novel R1M diceritakan perjuangannya...

Ahad Pagi

       Seperti biasa, setiap ahad pagi, kami sekeluarga mengikuti pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani yang diselenggarakan oleh Masjid Attaqwa. Pengajian ini dilaksanakan rutin setiap minggu. Penceramahnya berasal dari mana-mana. Yang paling sering adalah dari luar Bojonegoro. Pengajian ini ramai dihadiri orang dari berbagai kalangan dan daerah baik dalam bojonegoro maupun luar Bojonegoro. Pengajian ini dimulai pukul 6 pagi dan usai pukul 7 pagi. Mumpung lagi pulkam dan di rumah tercinta di bumi Angling Dharma, aku ikut saja pengajian ini. Memang, pengajian ahad pagi menjadi rutinitasku dahulu sebelum pergi merantau di Malang. Topik bahasan pun beragam, mulai dari tauhid, iman, islam, syari'ah, aqidah, dsb. Ketepatan, minggu ini yang mengisi pengajian adalah Mahrus Ali, mantan Kyai NU yang menjelaskan tentang berbagai kesyirikan dalam ibadah yang sering dilakukan oleh orang-orang. Beliau membahas bahwa kesyirikan itu sudah jelas-jelas di depan mata, tetapi kat...

Karnaval Pawai Budaya dalam rangka Ultah Bojonegoro ke 336

       Hari ini, Sabtu, 12 Oktober 2013. Bojonegoro menggelar pawai budaya yang diikuti oleh semua SMA/SMK/MA se-bojonegoro. Selain itu, ada yang beda pada pawai kali ini. Yaitu ada beberapa SMA dari luar Bojonegoro, seperti Kediri juga ikut meramaikan pawai budaya pada hari ini, meskipun semua biaya ditanggung pemerintah daerah Bojonegoro. Pawai budaya hari ini memperkenalkan sekaligus ingin melestarikan kembali budaya-budaya atau warisan lokal terutama di daerah bojonegoro yang kian hari kian hilang dan pudar saja tak tahu kemana. Tampak beberapa orang asyik menonton dan juga memotret pawai budaya kali ini, tak terkecuali diriku.         Budaya Bojonegoro seperti adat pengantin dan berbagai ritual atau kebudayaan lainnya diperagakan oleh siswa-siswi dari SMA/SMK/MA se-bojonegoro. Selain itu, tak lupa goyang Caesar yang sedang booming sekarang ini, ternyata mampu menyihir warga bojonegoro yang sedang menonton untuk ikut bergoyang bersama...

Pulkam lagi

       Kemarin, 11/10/2013, aku akhirnya putuskan untuk pulang ke kampung halaman tercinta, bojonegoro city. Meskipun satu minggu sebelumnya aku baru saja pulang ke kampung halaman. Tapi tak apalah, karena memang liburan yang cukup panjang, sekitar 5 hari, ya mending pulang aja daripada garing di mabna, gak ada siapa-siapa, sepi ...        Hari itu, aku berangkat dari UIN Malang pukul 13.30. Q sampai di terminal Arjosari pukul 13.50. Seketika aku lihat bus dali prima meluncur kencang ke arah bojonegoro, oh, aku ketinggalan bus... Dengan langkah gontai aku masuk terminal menunggu bus bojonegoro berikutnya, satu jam lebih 15 menit, bus dali prima datang. Seketika, bus sesak oleh penumpang. Aku terpaksa harus duduk di bawah dekat pintu belakang. Tapi tak apalah, demi bertemu keluarga apa pun akan aku lakukan. Perjalanan begitu lama karena ternyata ada kemacetan yang terjadi di kawasan sebelum purwodadi sehingga kemacetan terja...