Langsung ke konten utama

Must I Say I Love You ???

       Mengungkapkan cinta berarti suatu ungkapan cinta kasih dari seorang laki-laki kepada perempuan. Seberapa pentingkah? Beberapa waktu lalu, ketika aku pulang ke Bojonegoro bersama adikku, aku menyimak siaran radio yang mengatakan beberapa alasan kenapa seorang laki-laki tidak mau mengungkapkan cinta kepada lawan jenisnya. Yang masih kuingat hanya beberapa, 
1. Karena mengungkapkan cinta itu tidak begitu penting, lebih penting untuk membuktikan cinta dalam perbuatan nyata
2. Kata-kata I Love You terkesan palsu apabila terus diucapkan oleh seorang cowok kepada lawan jenisnya, sehingga lebih baik tidak mengungkapkan cinta, karena bila terus menerus berkata aku sayang kamu itu malah terkesan dibuat-buat dan palsu adanya 
3. Sikap Tertutup. Sikap seorang cowok yang kadang tertutup membuatnya susah untuk berkata I Love You 
4. Belum memiliki mental yang cukup untuk mengungkapkan cinta. 
Beberapa waktu setelahnya, aku posting sebuah status di FB ku yang berbunyi "Ketika rasa ini tak lagi mampu untuk dipendam ... Haruskah dinyatakan ... ???" beberapa teman mengomentari dengan "jaga saja, lebih baik jaga rasa itu". Ya, terkadang memang sulit menghadapi realita cinta. Cinta yang kurasa sampai saat ini terasa semakin menjadi-jadi adanya. Meski aku tak tahu seberapa cinta orang yang aku suka kepadaku. Tapi hatiku berucap semoga takdir Tuhan menyatukan aku dan dirinya suatu saat nanti. Bila Allah berkehendak lain, aku hanya berdo'a semoga setiap dari kita dikaruniai pasangan yang memang cocok dan sesuai jika sudah tiba saatnya nanti. Yassir umuuronaa Ya Allah. 

MUHAMMAD AMIN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...