Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Aneh

        Nggak tahu kenapa tiap aku pulang ke rumah selalu malas ngapa-ngapain. Mulai dari sholat, nyapu, bantu ortu, dll deh, .. Maunya di depan laptop, liatin TL, Newsfeed FB, ngeblog, lan sapitunggalane. Hal lainnya adalah aku juga tambah males untuk menghafal Al-Qur'a. Sebenarnya, waktu satu bulan liburan ini ada program Syauqi (Syahrul Qur'ani) di UIN Maliki Malang, tapi aku tidak ikut. Sehingga aku di rumah malah lebih sering diomengi oleh kedua orang tuaku. Hufftt :(. Tapi, apabila aku sudah kembali menjalani kehidupanku di Malang sana, semuanya berubah 180 derajat. Aku selalu rajin untuk melakukan segala sesuatu. Ini memang aneh, tapi aku berharap semoga secepat mungkin dapat memperbaiki sikapku yang kurang baik ini. Minta doanya buat semua readers ya. Syukran.   -Ze3-17h7-

Diary Liburan Semester Pertamaku

tanggal 1 Januari 2013. Awal tahun ini, q dan kelarga berjalan-jalan di sekitaran daerah bojonegoro sebelah timur. Kami mengunjunjungi Kalianyar, dan sekirarnya. Siang hari, kami makan siang di warung penyet. Lalu kami pulang ke rumah sebelum langit hujan. Karena pada wakt itu memang cuaca kurang bersahabat.   Tanggal 2 aku hanya stay di home aja, Q cuma keluar buat beli pulsa terus nerusin baca bukunya Mr. Yunsirno yang judulnya kejaiban Belajar. Poin-poin pentingnya aku tweet di akun twitter Q. Seharian aku di depan laptop ngetweet sambil facebookan.   Tanggal 3 aku diberi uang ayah tadi malam buat buka rekening di bank BRI sekaligus mau membayar SPP semester genap (2) di bank MANDIRI. pagi itu, aku bersama ayahku pergi ke Bank BRI. EH, aku lupa kalau mau membuat rekening itu harus melampirkan fotocopy KTP. Saat itu aku memang lupa tidak memfotocopy dulu sebelum berangkat tadi. Akhirnya aku keluar dan menemukan tempat Fotocopy dekat POLWIL Bojonegoro. Sesegera mung...

Gepeng yang terlantar

Terkadang miris ketika saya melihat dan menilik keberadaan negeri ini yang penuh dengan kekurangan disana-sini. Seperti masih banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis) dimana-mana. Beberapa waktu yang lalu, ketika kami sekelas PKPBA B4 diberi kesempatan untuk mengamati kerasnya kehidupan di sekitar alun-alun kota Malang. Banyak kulihat anak kecil putus pendidikannya yang bila ditanya sudah tentu jawabannya, "nggak punya uang mas". Hampir semua jawaban sama. Hal ini membuat hatiku terketuk untuk meringankan beban mereka walau hanya dengan memberi mereka uang beberapa rupiah saja. kejadian ini membuatku berpikir untuk terus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadaku. Hal ini seharusnya juga menjadi sorotan pemerintah daerah, terutama Kota Malang untuk lebih peduli kepada para gepeng dengan memberdayakan mereka. Mungkin caranya dengan memberikan mereka modal untuk berusaha sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja baru yang nantinya berm...