Langsung ke konten utama

Diary Liburan Semester Pertamaku

tanggal 1 Januari 2013. Awal tahun ini, q dan kelarga berjalan-jalan di sekitaran daerah bojonegoro sebelah timur. Kami mengunjunjungi Kalianyar, dan sekirarnya. Siang hari, kami makan siang di warung penyet. Lalu kami pulang ke rumah sebelum langit hujan. Karena pada wakt itu memang cuaca kurang bersahabat.
 
Tanggal 2 aku hanya stay di home aja, Q cuma keluar buat beli pulsa terus nerusin baca bukunya Mr. Yunsirno yang judulnya kejaiban Belajar. Poin-poin pentingnya aku tweet di akun twitter Q. Seharian aku di depan laptop ngetweet sambil facebookan.
 
Tanggal 3 aku diberi uang ayah tadi malam buat buka rekening di bank BRI sekaligus mau membayar SPP semester genap (2) di bank MANDIRI. pagi itu, aku bersama ayahku pergi ke Bank BRI. EH, aku lupa kalau mau membuat rekening itu harus melampirkan fotocopy KTP. Saat itu aku memang lupa tidak memfotocopy dulu sebelum berangkat tadi. Akhirnya aku keluar dan menemukan tempat Fotocopy dekat POLWIL Bojonegoro. Sesegera mungkin aku menuju Bank BRI untuk membuka rekening. Setelah urusan selesai, kami menuju Bank MANDIRI dengan maksud membayar SPP Semester Genap. Salah satu kesalahan yang aku lakukan adalah keliru mengisi formulir untuk membayar SPP. Waktu itu aku ingat kalau formulir yang aku isi itu bukan formulir yang seperti dulu waktu pertama kali daftar ulang di Bank MANDIRI Malang bersama temanku. Setelah diberi formulir baru aku mengisinya sekali lagi. Kesalahan slanjutnya adalah, aku kurang menekan tulisanku sehingga di kopian formulir tersebut terlihat kurang jelas tulisanku. Ditambah lagi, tulisanku yang kata ayahku jelek banget. Ya sudahlah, mau gimana lagi. Kesalahan lagi waktu itu aku menuliskan angka 1.300.000 untuk pembayaran SPP, eh, nggak tahunya bayar SPP nya sebesar 1.350.000. Huft, salah lagi, salah lagi. kemudian, aku pergi ke pasar untuk menjahitkan sepatuku yang sudah jebol-jebol kepada Mas Huda, langganan ibuku. Setelah itu aku deposit pulsa di BUANA PULSA dengan sisa uang yang masih ada di dompet.Q deposit sebesar 70.000 rupiah. Setelah itu aku pulang ke rumah dan melanjutkan browsing internet lagi. Siang harinya, sekitar pukul 14.00 aku pergi lagi ke Bank BRI untuk mengambil Rekeningku yang sudah jadi. Kemudian aku kembali ke rumah melanjutkan aktivitas biasanya, yaitu browsing internet.

Tanggal 4 Hari ini, aku malas sarapan. Tak tahu kenapa. Mungkin gara-gara sudah di depan laptop. Nafsu makan jadi hilang kali ya .. Pukul 10.30 aku mengantarkan ibuku ke pasar untuk berbelanja sandal, sepatu dan kebutuhan untuk memasak esok hari. Ibu menyuruhku pulang karena hari ini memang hari Jum'at. Kemudian aku sholat Jum'at bersama adikku tercinta dengan mengendarai sepeda motor di masjid Mujahidin Ledok Kulon. Karena kelelahan, aku tertidur sampai do'a hampir dibacakan oleh sang Khotib. Sepulang dari masjid, aku makan siang dan berniat untuk tidur siang. Tapi, karena ada sms terus dan aku sibuk membalas sms dari teman-temanku. Akhirnya aku susah untuk tidur dan akhirnya aku bangun gara-gara aku disuruh mengantarkan ibuku ke STIT Muhammadiyah Bojonegoro karena ketika itu, ayahku sedang ada urusan penting sehingga tidak dapat menjemput ibu di rumah dan mengantarkannya ke STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Aku ingat kalau kemarin aku belum mengambil kartu ATM di Bank BRI setelah membuka rekening. Langsung saja aku meluncur ke Bank BRI yang letaknya memang tak jauh dari STIT MUhammadiyah Bojonegoro. Setelah menunggu beberapa saat. Namaku dipanggil. Setelah urusan selesai. Aku keluar Bank BRI dan mendapati cuaca yang memang kurang bersahabat pada siang itu. Langit mendung dengan awan hitam berarak-arakan siap mengguyur Bumi Angling Dharma dengan air yang dikandungnya karena kondensasi setelah sebelumnya menguap dari berbagai tempat di bumi ini. Benar, setelah sekian menit saja, hujan deras mengguyur kawasan kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Aku agak takut menyemudikan sepeda motor. Selain cuacanya hujan, jalan licin, sepeda yang sudah agak 'bobrok' dan juga ditambah angin yang begitu kencang, terutama ketika aku melewati kawasan Jalan Mastrip, aku mengendarai sepeda motor dengan sangat hati-hati, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan bersusah payah menaklukkan hujan deras dan angin yang begitu kencang akhirnya aku sampai juga di rumah walau sebagian kecil celanaku yang bagian bawah basah terkena air hujan. AKu memang lupa tadi ketika pertama kali mengenakan mantel, celana tidak aku naikkan setinggi lutut seperti orang yang kebanjiran. tapi tak apalah, yang penting sudah sampai di rumah dan sekarang aku sudah pegang ATM BRI sendiri. Rekeningku sendiri dan aku menjadi lebih bebas menggunakannya tidak seperti sebelumnya karena aku memakai kartu ATM BNI milik ayahku, aku jadi tidak enak bila mengambil banyak-banyak dari kartu ATM milik ayahki. Kemarin saja, ketika pulang ke rumah sebelum ujian PKPBa aku dinasihati dan ditanya, "kemana ini uang 1 juta kok sekarang tinggal 68.000 rupiah, dipakai apa saja ini?" tanya orang tuaku menginterogasiku. Aku menjawab, "Yang 600.000 aku pakai nyaldo pulsa di BUANA PULSA dan yang sisanya lagi aku ambil untuk beli makan dan keperluan kuliah lainny seperti beli buku, parfum, dsb.". Ayah dan ibuku menasihatiku agar menggunakan uang dengan hemat. Semester depan aku hanya dijatah 1 juta per bulan. Itu sudah hitungan untuk makan 3 kali sehari, plus untuk kebutuhan kuliah lainnya. Pokoknya harus cukup dan kalau bisa malah ada yang ditabungkan. Kata orang tuaku, tmanku saja, Nafis yang dulu teman sekelas waktu sekolah di MAN 3 Malang dan teman seperjuangan ketika masih di MIN Kepatihan Bojonegoro hanya dijatah 1 juta per bulan. Padahal, biasanya wanita kebutuhannya lebih banyak daripada laki-laki dan lagi, Nafis kuliahnya di Jakarta, kota Metropolitan yang segala sesuatunya mahal. Waw, kataku. Ok, aku terima saran orang tua dan aku akan mencoba untuk melaksanakannya semester depan. Aku berjanji kalau nanti sudah semester 3 ke atas, insyaAllah aku bisa dapat penghasilan sendiri lewat guru privat les di PEP Center, sebuah Kursus yang dibangun sendiri oleh alumni MAN 3 Malang dan aku alumni dari MAN 3 Malang juga. Lagian, dulu waktu pertama kali aku diterima di UIN, pemimpin PEP Central langsung menawariku tempat untuk mengajar kalau sudah mumpuni mungkin di semester 3 atau 4 nanti. Ya, aku bisa sedikit bernafas lega. Apalagi, sekarang ada PKPBA yang nanti aku bisa daftar atau mungkin ditunjuk . AMIIN. aku ingin mendaftar menjadi ustadz di PKPBA, mengajar adik tingkatku. Lumayanlah gajinya bisa buat makan, atau mungkin kalau ada lebih aku bisa mentransfernya ke ATM orang tua. Amiin Ya Allah, istajib du'aa anaa ya Allah. Semoga semua impianku ini tercapai. Lagian sekarang aku juga sangat ingin mendapatkan IPK 4.00 di semester pertamaku di UIN Malang ini. Alhamdulillah, sampai saat ini, IPK ku masih 4 dan berharap ketika semua nilai sudah diinput di Siakad UIN Malang IPK ku tetap 4. Amiiin. 
 
Tanggal 5 hari ini aku tidur setelah sholat subuh karena memang mata ini masih mengantuk karena tadi malam habis melembur mengetik Karya Ilmiah Ayah yang harus selesai besok Minggu dan akan dikirim ke Jakarta untuk kenaikan pangkat dari IV A menjadi IV B. Ok lah, aku rela melakukannya, kan kalau bisa naik pangkat gajinya tentu lebih besar dan hutang-hutang bisa sedikit banyak berkurang. Sekitar pukul 06.00 aku bangun, lalu merapikan tempat tidur dan menyapu lantai dari depan sampai belakang. Tidak seperti hari kemarin yang aku sangat getol untuk menonton televisi terutama berita olahraga dan berita nasional maupun internasional. Hari ini aku semangat sekali untuk sarapan tidak seperti hari-hari kemarin. Seusai menyapu lantai aku mengobrak-obrak lemari buku milik adikku yang terletak di sisi selatan ruang makan. Aku mengumpulkan buku-buku yang pernah aku punya di kamar belakang. Aku inin suatu saat nanti buku-buku ini dapat aku jadikan perpustakaan pribadi ketika aku besar nanti. Kemudian aku membersihkan meja belajar yang aku amati dari kemarin sangat kotor karena memang adikku begitu malas untuk membersihkannya, sehingga mau tak mau tergeraklah hatiku untuk membersihkannya sendiri. Hari ini aku ingin fokus di depan laptop. Aku ingin menuliskan transaksi pulsaku selama ini, mulai dari pertama kali deposit 100.000 sampai seperti sekarang ini. Ini saja aku baru sampai pada halaman keempat, padahal aku harus menulis sampai di halaman kedelapan. Ok lah, semoga cepat selesai ini. Alhamdulillah, akhirnya sore ini aku bisa menyelesaikan nulis tuh buku transaksi pulsaku yang udah aku rintis sejak 25 Juni 2012. Malam harinya, aku sekeluarga keluar untuk berbelanja di Samudra Swalayan, ketepatan waktu itu ayahku sedang dapat potongan belanja sebesar 110.000 lewat undian mingguan. Tak dinyana, ketika menunggu ortu yang sedang memfotocopy KTP buat ngurusin potongan harga, aku bertemu teman lamaku, teman MIN sekaligus teman satu kelas MABI di MAN 3 Malang dulu. Nafis sekeluarga ternyata juga berbelanja di situ. "Waduh, anak jakarte nih", selorohku lepas begitu saja. Seketika aku salami tangan ayahnya dengan penuh takdzim. Kami sempat berbincang walau hanya sebentar. Setelah semuanya selesai kami pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, aku baru tahu dari kabar ortu kenapa Samudra Swalayan tadi terlihat sangat ramai. Eh, ternyata karena beberapa alasan, alasan pertama malam minggu yang pasti selalu ramai, alasan kedua karena malam ini cerah, tidak hujan seperti beberapa malam hari yang lalu, dan alasan ketiga adalah karena Bravo Swalayan yang terkenal dengan barangnya yang bagus dan harganya agak miring alias murah sedang tergenang banjir. Jadi, banyak orang mencari swalayan lainnya dan mayoritas mereka memilih Samudra Swalayan sebagai tempat belanja pada malam hari ini. Itu juga yang membuatku sedari tadi bertanya-tanya, "Tak biasanya Nafis dan keluarganya belanja disini. Rumahnya 'kan di pinggiran kota, ngapain jauh-jauh belanja sampai di tengah kota?". Akhirnya kutahu jawabannya. Setelah sholat Isya' aku langsung pergi tidur karena badan begitu lelah setelah seharian beraktivitas.
 
Minggu, 6 Januari 2013. Hari ini, seperti biasanya aku bangun pagi langsung sholat subuh berjama'ah di Musholla Al-Ikhlas dekat rumahku. Sepulang dari Musholla, dengan semangat aku menyapu rumah karena memang seperti biasanya setiap Ahad pagi, kemi mengikuti pengajian rutin Ahad pagi yang diadakan oleh Takmir Masjid At-Taqwa. Pukul 05.45 aku telah siap untuk menuju Masjid At-Taqwa. Aku tancap gas dengan membonceng adikku di belakang. Sesampai disana, ternyata sudah ramai orang karena memang pengajian telah dimulai kukira beberapa menit yang lalu. Pengajian hari ini berbicara masalah kesalahan-kesalahan tentang agama Kristen. Mulai perayaan natal, hukum mengucapkan selamat natal bagi muslim, dsb yang semuanya berkaitan dengan kristen, natal dan tahun baru. Pukul 07.00 pengajian ditutup. Segera setelah itu kukendarai sepeda Honda buatan 2002 milik kantor Depag dengan plat merah pada nopolnya. Kami sarapan di Depot Pecel Mak Nik langganan kami. Disana, kami bertemu dengan rekan-rekan seperjuangan ayah dan ibuku, karena memang tempat ini sering menjadi pilihan untuk sarapan ketika Ahad pagi seperti hari ini. Setelah kenyang menyantap pecel dengan segala pernak-perniknya, aku dan adikku pulang ke rumah terlebih dahulu karena ayah dan ibu masih ada sedikit urusan yang harus diselesaikan. Sesampai di rumah, aku langsung menyalakan laptop, browsing, fb-an, twitteran, dan tentu saja melihat nilai matakuliah di siakad.uin-malang.ac.id. Sekitar pukul 09.00, kami sekeluarga diajak untuk menjenguk rekan ayah yang punya anak di Pekuwon, Sumberrejo. Sebenarnya aku begitu malas untuk ikut, tetapi karena ayah memaksa, aku tidak dapat berkata apa-apa kecuali menurutinya. Setelah mengunjungi Pekuwon, kami sempatkan untuk membeli gorengan yang sangat kami idam-idamkan. Kemudian, kami menuju Bakung untuk mengunjungi saudara di sana. Sesampai disana, kami disambut dengan gembira. Kami memang sering pergi kesana, tetapi hanya ketika kami ada waktu saja. Setelah beberapa saat berbincang kesana-kemari dan dianggap cukup, kami pulang dengan diberi oleh-oleh Pepaya yang dapat dimasak oleh ibu. Setelah mengucap salam dari mobil, kami pun meninggalkan kediaman saudara kami untuk kemudian pulang ke rumah. Karena hari telah siang, kami sempatkan untuk singgah sebentar di rumah teman ortu. Aku agak lupa tempatnya dimana. Setelah itu, kami makan siang di rumah makan di pinggir jalan menuju Tuban. Sambil menunggu hidangan datang, kami sholat dhuhur terlebih dahulu berjama'ah di musholla kecil milik rumah makan tersebut. Oh, ya nama Rumah Makan itu adalah Rumah Makan Bambu Hijau, karena memang dekorasinya rata-rata terbuat dari bambu yang dicat hijau. Setelah sholat dhuhur berjama'ah, kami menyantap makan siang yang telah terhidang di hadapan kami. Begitu nikmatnya .. Hemzzz... Nyammyyy... Setelah kenyang makan siang, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke kediaman kami di Jl. Ki Hadjar Dewantara 27 B Ledok Kulon Bojonegoro. Sesampainya di rumah, aku sempat tertidur sebentar sebelum dikagetkan dengan sms dari Dyah Santikawati, teman PBA D dan PKPBA B4 untuk online. Ok, demi teman, aku pun merebut laptop yang digunakan oleh adikku untuk online sebentar melihat nilai temanku itu. Setelah dirasa cukup, aku berikan laptop itu kepada adikku lagi, sementara aku dan ayahku melaksanakan sholat ashar di Mushollah Al-Ikhlas. Setelah sholat Ashar, aku ngenet dan nge-PES sampai hampir maghrib menjelang. Pukul 17.35, aku matikan leptop lalu mandi untuk bersiap sholat maghrib berjama'ah di Musholla Al-Ikhlas. Setelah sholat, maghrib aku kembali ke rumah untuk membaca Al-Qur'an. Setelah selesai membacanya, aku disuruh membeli sate 20 tusuk di Sate Ndaru di Jl. Mastrip. Dengan mengendarai sepeda motor, aku melejit cepat untuk membelikan adikku sate ayam. Setelah pulang, kami makan bersama di ruang tengah. Setelah itu, aku, ayah, dan adik sholat Isya' di Musholla Al-Ikhlas. Sepulang dari sholat Isya' berjama'ah aku kaget karena ternyata di depan rumah ada tamu, aku tidak begitu mengenalnya. Beliau berkata ingin bertemu dengan ibuku. Setelah aku persilahkan masuk, aku menuju ke kamar, menyalakan laptop dan hampir tertidur sebentar. Setelah sekian menit mengoperasikan laptop, mata ini ternyata sudah tak kuat lagi untuk diajak kompromi. Akhirnya, aku terpaksa mematikan laptop dan pergi tidur. Sekitar pukul 20.00, aku dikagetkan oleh suara ibuku yang menyuruhku untuk menata tempat tidur untuk adikku. Aku turuti kata ibuku walau dengan sedikit rasa malas. Setelah tertata rapi kulanjutkan pengembaraanku di pulau kapuk ini.
 
07 Januari 2013, Pagi ini, tak seperti biasanya, aku terbangun sekitar pukul 03.30. Serentak ayahku memanggilku untuk shola tahajud. Aku langkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dengan rasa malas yang sangat. Setelah itu, aku laksanakan sholat tahajud walau hanya 2 roka'at tahajud ditambah dengan 3 roka'at witir karena saking malesnya. Setelah itu aku kembali ke kamar, lalu mendengar orang tua berkata "waktunya masih lama, kok sholat tahajudnya cuma 2 raka'at saja." Aku hanya diam menanggapi perkataan orang tuaku. Lalu, aku ambil wudhu sekali lagi guna melaksanakan sholat subuh berjama'ah di Musholla Al-Ikhlas. Sepulang dari musholla, aku tidur sebentar. Entah kenapa, rasa kantuk ini tak tertahankan. Aku bangun pukul 5.00. Kemudian aku menyapu rumah dan meninggalkan rumah untuk gowes bersepeda untuk menikmati udara pagi sambi ditemani headset di telinga yang tak henti melantunkan lagu-lagu pop anak muda. Terkadang gowes seperti ini menjadi pelarianku kalau aku sedang malas di rumah. Padahal, sebelum aku pergi bersepeda tadi aku disuruh untuk membantu ibuku untuk menjemur pakaian yang baru saja selesai dicuci. Aku berkata "nanti akan kujemur pakaiannya setelah aku selesai bersepeda". Aku pergi dengan mengendarai sepeda "onthel" ini. Setelah puas berkeliling kota, aku menyusuri jalanan rumah kontrakanku dulu yang sekarang sudah dibeli oleh Kepala SMP mana gitu, aku agak lupa, di Gg. Anggrek no. 9. Setelah melewatinya, kulemparkan senyum dan berkata "monggo yangti" kepada tetangga sebelah rumah kontrakanku dulu yang ketepatan waktu itu sedang menyapu halaman rumah. Sapaanku hanya dibalas dengan senyum ramah oleh yangti. Setelah itu aku terus melejitkan sepeda ini agar sampai di rumah masih dengan headset yang terus melantunkan lagu yang membuatku semakin semangat untuk mengayuh sepeda ini lebih cepat. Sesampai di rumah, aku langsung menjemur pakaian seperti janjiku sebelum bersepeda tadi. Setelah hampir selesai, aku tinggalkan ke belakang sebentar lalu aku menonton lensa olahraga pagi, acara kesukaanku apalagi kalau tidak masalah sepakbola. Setelah kurasa cukup, aku tinggalkan televisi dan aku nyalakan laptop untuk menulis makalah ayahku yang harus disetorkan ke Jakarta untuk kenaikan pangkat PNS. Sembari mengetik, aku sesekali membuka akun facebook dan twitter dan tak lupa "view ads" yang sedikit-sedikit menghasilkan uang. Karena ibuku tidak masak pagi ini karena puasa senin-kamis, aku terpaksa sarapan dengan membeli nasi campur di Mbak Tin, langganan kami. Setelah kenyang sarapan, aku melanjutkan ngenet. Ketika adzan dzuhur berkumandang, kulangkahkan kaki ini menuju Musholla Al-Ikhlas untuk sholat dzuhur berjama'ah. Setelah itu aku masih melanjutkan ngenetku sampai sekitar pukul 13.00. Kemudian aku makan siang dan menjemput adikku yang bersekolah di SD Muhammadiyah kelas 2. Sepulang dari menjemput adikku, aku mengantarkan ibuku ke STIT Muhammadiyah karena ayahku saat itu sedang sibuk. Saat itu langit tampak hitam, tapi untungnya sampai aku di rumah kembali, hujan belum mau turun menyapa bumi. Sore hari, aku sebenarnya ingin mengecek nilai PKPBA ku yang sampai saat ini masih belum keluar, tetapi akhirnya aku malah main PES sampai sekitar pukul 17.00. Kemudian aku menyetrika sedikit baju, menutup jendela dan mengunci pintu rumah karena hari sudah hampir gelap dan malam akan datang menjelang. Setelah semuanya beres, pukul 18.00 aku pergi ke Musholla Al-Ikhlas untuk sholat maghrib berjama'ah. Setelah sholat maghrib, aku membaca Al-Qur'an sebentar kemudian makan malam bersama di ruang tengah. Kemudian aku sholat Isya' berjama'ah di Musholla Al-Ikhlas. Sepulang dari sana aku menyalakan laptop ingin melanjutkan ketikanku pagi tadi, lagi-lagi rasa malas datang menyerang, huftt  :(. Akhirnya aku menyalakan laptop untuk melihat nilai PKPBA dan IPK terakhirku. Aku sudah benar-benar tidak sabar untuk melihatnya. Setelah beberapa menit, akhirnya muncullah di layar laptopku, semua matakuliah nilainya A dan IPK terakhirku 4.00. Sungguh tak bisa kupercaya. Padahal, awalnya aku begitu pesimis untuk mendapatkan IPK 4. Tapi, inilah takdir Allah. Syukran Ya Allah, semoga ilmu yang selama ini aku dapatkan bermanfaat dan semua usaha ini kau terima sebagai ibadah. Serentak, aku berbicara kepada kedua orangtuaku, "Yah, bu .. Alhamdulillah, IPK ku 4. Minta do'a semoga tetap bisa mempertahankannya sampai akhir studi nanti". Orangtuaku menimpali "Ya, kami ikut senang dan bangga. Ingat, jangan sombong. Tetaplah berperilaku seperti biasanya, rendah hati. Semoga kamu bisa mempertahankannya sampai akhir studi nanti.". Aku menjawab "Ya yah, terima kasih atas nasihatnya.". Malam itu, aku benar-benar terharu, senang. Karena semua usahaku selama satu semester ini berbuah manis. Ternyata usahaku untuk selalu rajin masuk kuliah regulerdan PKPBA membawaku bisa seperti malam itu. Momen ini akan selalu terkenang dan tak akan terlupakan sepanjang hidupku. Kemudian, aku kabari teman2ku melalui jejaring sosial twitter. Balasan tweet datang satu persatu dan juga retweet. Alhamdulillah, semoga ini tidak sombong ya Allah. Semoga ini dapat memotivasi teman-teman yang lain untuk selalu lebih baik setiap harinya. Malam ini aku tidur dengan sangat nyenyak sampai adzan subuh membangunkan mimpi panjangku.
 
09 Januari 2013, hari ini aku menyelesaikan ketikan makalah ayah untuk pengajuan kenaikan pangkat yang membahas tentang korupsi. Rencananya Senin minggu depan akan dikirimkan ke Jakarta untuk kenaikan pangkat itu. Aku hanya berharap dan berdo'a semoga proses kenaikan pangkat ayahku berjalan lancar sebagaimana yang diinginkan. Setelah semuanya selesai sekitar pukul 10.00, aku mandi dan sarapan sebelum mengantarkan ibu dan adik ke pasar. Kami berencana membeli sepatu dan sandal yang memang sudah kami pesan Jum'at minggu lalu. Sekitar pukul 12.00, kami pun pulang ke rumah. Rencananya, sore ini aku akan mengambil sol-solan sepatu dan sandal yang baru saja aku solkan tadi siang di Mas Huda, tetapi karena kelelahan, aku ketiduran sejak pukul 15.00 sampai sekitar pukul 16.45. Setelah bangun, aku mandi dan menyempatkan diri untuk menyetrika pakaian yang menumpuk bagai gunung. Malamnya, seusai sholat maghrib, kami makan malam di luar. Kami makan malam dengan bebek goreng di depan Gg. Slamet Riyadi, barat Pasar Bojonegoro. Sepulang dari sana, kami sekeluarga sholat Isya' di rumah dengan berjama'ah. Karena sudah tidur agak lama, malam ini aku tidak mengantuk sedikit pun. Akhirnya kuputuskan untuk menonton film Architecture 101 sampai pukukl 00.00. Kemudian aku pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka. Kemudian aku pergi menuju pulau kapuk.
 
10 Januari 2013, hari ini sebenarnya aku begitu malas karena memang aku hanya tidur sekian jam tadi malam. Tetapi tak apalah demi membantu orang tua, segalanya menjadi semangat untuk melakukannya. Setelah berkirim pesan selamat pagi kepada teman-teman, aku menyapu rumah. Kuteguk segelas kopi Good Day Chochocino yang terhidang hangat di atas meja. Oh, begitu nikmatnya. Seketika, aku menyalakan laptop. Untuk apa? untuk apa lagi kalau bukan Online .. online .. kayak lagunya Saykoji. Setelah puas OL sampai laptop ini sempat hang sebentar .. Huft .. :( Pukul 10.00 aku sarapan dengan kangkung dan tempe sebagai lauk .. hemzz, nikmat sekali. Lanjut OL lagi sampai adzan dzuhur berkumandang. Aku sholat dzuhur berjama'ah di Musholla Al-Ikhlas. Siangnya, aku masih melanjutkan OL untuk mendownload lagunya didi kempot. Nggak tahu kenapa hari ini aku pengen mendengarkan lagu-lagu jawa yang enak sekali didengar. Pukul 13.30, aku makan siang kemudian menjempu adikku di SD Muhammadiyah. Sepulang dari sana, aku masih lanjut OL lagi untuk membuatkan temanku akun twitter. Setelah selesai, aku biarkan adikku menggunakan laptopku untuk nge-game. Aku nyalakan televisi. Televisi menyiarkan berbagai berita di tanah air, seperti jembatan Suramadu sempat ditutup selama 20 menit karena hembusan angin berkecepatan tinggi sekitar 60 km/jam yang dianggap membahayakan pengguna jalan. Banten dan Jakarta banjir sampai-sampai ada yang mengungsi di pinggiran jalan tol Banten. Sambil menonton televisi, aku menyetrika baju yang tinggal sedikit di keranjang. Setelah selesai pada pukul 17.45, aku langsung menuju Musholla untuk sholat maghrib berjama'ah. Setelah itu, aktivitas berjalan seperti biasanya.                    
                             
                     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...