Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Jatirogo Tuban

       Mentari belum juga menampakkan cahayanya. Jalanan masih cukup sepi, hanya terlihat beberapa orang kesana-kemari pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Tak lama aku dan ayahku setelah bersih diri segera melau ke arah utara, SMAN 1 Jatirogo Tuban tepatnya. Jadwalnya, hari ini ayahku akan mengisi pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan disana. Menjelang pukul 7, kami berhenti sebentar di warung dan sarapan disana. Perjalanan berlanjut menuju SMAN 1 Jatirogo. Disana, kami disambut oleh salah seorang guru dan langsung diarahkan menuju kantor sekolah. Setalah beberapa saat berbincang dengan kepala sekolah dan salah seorang guru fisika yang inspiratif karena satu hari bisa membaca Al-Qur'an sampai 3 juz dan kini telah mengarang buku Fisika perspektif Al-Qur'an.        Dua orang siswi masuk kantor dan mengajak guru serta ayahku untuk menuju Aula sekolah yang berada di sebelah kiri masjid sekolah. Sesampai ...

Kunjungan ke rumah Rifa bersama Keluarga

        Pagi ini aku bersama keluarga berangkat menuju Jombang dan Kediri. Kami bermaksud mengunjungi rumah Bibi di Jombang dan juga tak lupa takziyah ke rumah Rifqiya Hidayatul Mufidah, teman sekelas MABI MAN 3 Malang 2,5 tahun yang lalu. Pukul 05.45 kami berangkat dengan sopir ayahku sendiri. Ini merupakan uji nyali pertama ayahku berkendara jauh setelah sebulan lebih belajar nyetir mobil. Kami berhenti sejenak untuk sarapan di Jombang dan kami sampai pada pukul 8 di rumah Bibi Tini. Disana kami hanya sekitar 1 jam. Pukul 9 kami langsung berangkat menuju Kediri. Kami sampai di Kediri pada pukul 10.45. Kami disambut kakak dan juga ayah Rifa. Kagetnya, ada juga beberapa teman yang tak asing seperti Anas. Baru sekitar 3 menit, teman-teman rombongan Malang pun berdatangan. Fiqhi, Zian, Fikri, Wilda, Royhan, dan Asyiq berkendara dari Malang. Setelah beberapa saat, kami bertemu dan bercengkrama di ruang tengah dan ternyata disana aku lihat wajah-wajah yang sudah tak as...

Makan Malam bareng Keluarga

       Sudah lama rasanya tak makan malam bersama di lura bareng keluarga tercinta. Meski tak beranggotakan lengkap karena adikku sudah kembali mencari ilmu di Kota Malang, maka malam minggu kali ini terasa indah. Berangkat dari rumah sudah menjelang pukul 9 malam. Malam itu, kami memang sengaja keluar agak malam, sekalian lapar kata ibuku. Ok, tak apalah. Akhirnya, kami pun keluar dan sebelum makan malam, kami sempatkan untuk melihat sejenak batu Semar yang hari-hari ini menghebohkan warga Bojonegoro. Setelah puas melihat-lihat, kami pun langsung menuju Pak Trimo, tukang nasi goreng langganan kami. Di warung yang remang-remang karena memang tak ada lampu dan cahaya yang menerangi, kami pun mengambil duduk lesehan dan menunggu pesanan kami. Setelah pesanan datang, kami langsung menyantapnya dengan sangat lahap sambil berbincang kesana-kemari. Hingga akhirnya, kami putuskan untuk pulang ke rumah, bersitirahat menyongsong hari esok yang tentunya penuh dengan kesi...

Adikku ikut Tapak Suci

       Luqman Al-hakim Perkasa, adik keduaku yang kini duduk di bangku kelas 4 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro mengikuti tapak suci. Awalnya aku sempat tak percaya. Tetapi setelah melihat sendiri adikku ikut ujian naik tingkat, diriku baru mempercayainya. Berdasarkan nama belakangnya, Perkasa, rasanya kurang bila tidak ikut tapak suci. Sekali lagi ini menurutku. Tapak suci yang diikuti adikku semakin membuatku bergairah untuk terus bergerak di bidangku sendiri seperti tulis menulis dan bahasa Arab. Ayahku dulu memang pernah ikut kegiatan semacam tapak suci yang bernama Kalimasada. Mungkin hal inilah yang menurun kepada adik keduaku ini.         Di luar itu semua, semoga segala hal yang dilakukan adik keduaku ini benar-benar bermanfaat di masa depan. Aamiin 

Adikku dikhitan

       Ada sedikit kejutan ketika aku pulang ke rumah dalam rangka liburan sekitar 1 bulan ini. Salah satunya adik laki-lakiku, Luqman Al-Hakim Perkasa ternyata sudah khitan beberapa waktu yang lalu. Tepatnya pada 25 Desember 2014. Diriku ikut senang mendengarnya. Kata ibuku, awalnya adikku takut, tetapi karena dirayu oleh ayahku, akhirnya adikku pun mau untuk dikhitan. Setelah dikhitan adikku terus-menerus memakai sarung. Namun, ada satu inovasi yaitu ada celana dalam khusus yang dapat dipakai oleh orang yang pasca khitan yang pada zamanku dulu hal ini belum ada. Yang penting adalah bila sudah dikhitan tentunya tanggung jawab kehidupan ini sudah dipikul sendiri-sendiri dan tidak lagi menjadi tanggungan orang tua. Maka dari itu, ibadah dan belajarnya harus lebih giat karena semuanya dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT.

Belajar Nyetir Mobil

       Beberapa waktu lalu, aku mendengar kabar baik kalau ayahkus sudah mulai terbiasa mengendarai mobil kampus. Aku pun sempat suatu saat ketika pulang merasakan bagaimana ayahku menyetir dan aku kira sudah lumayan mahir dalam hal haluan, pindah haluan dan sebagainya. Mungkin kurang latihan saja agar dapat mengendarai mobil dengan lebih lancar lagi. Dua hari yang lalu, Senin, 5 Januari 2015 aku berkesempatan untuk ikut latihan mengendarai mobil ini. Awalnya aku hanya menghafalkan beberapa tools yang ada di bagian kemudi mobil. Inginnya aku mau langsung praktek hari itu, namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 dan itu pertanda ayahku harus segera ke kantor, maka latihan hari itu pun dicukupkan.

Kau temaniku malam itu

       Malam itu begitu berkesan, ketika diri sedang dirundung galau karena memikirkan tugas UAS yang belum selesai, padahal esok harinya harus segera dikumpulkan, hadirlah kejutan dari orang tersayang. Tiba-tiba saja dia ngechat lewat BBM dan terus berlanjut hingga tengah malam. Aku begitu suka hal-hal seperti ini. Hal-hal berbau kejutan yang mungkin bagi sebagian orang hanya sebentar, namun bagiku sendiri tak perlu lama-lama. Mengapa harus berlama-lama. Prinsip saya adalah dengan pertemuan sekejap dan tiba-tiba akan menimbulkan kerinduan yang mendalam di pertemuan beberapa waktu sesudahnya.