Langsung ke konten utama

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Jatirogo Tuban


       Mentari belum juga menampakkan cahayanya. Jalanan masih cukup sepi, hanya terlihat beberapa orang kesana-kemari pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Tak lama aku dan ayahku setelah bersih diri segera melau ke arah utara, SMAN 1 Jatirogo Tuban tepatnya. Jadwalnya, hari ini ayahku akan mengisi pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan disana. Menjelang pukul 7, kami berhenti sebentar di warung dan sarapan disana. Perjalanan berlanjut menuju SMAN 1 Jatirogo. Disana, kami disambut oleh salah seorang guru dan langsung diarahkan menuju kantor sekolah. Setalah beberapa saat berbincang dengan kepala sekolah dan salah seorang guru fisika yang inspiratif karena satu hari bisa membaca Al-Qur'an sampai 3 juz dan kini telah mengarang buku Fisika perspektif Al-Qur'an. 
      Dua orang siswi masuk kantor dan mengajak guru serta ayahku untuk menuju Aula sekolah yang berada di sebelah kiri masjid sekolah. Sesampai disana, aula telah penuh sesak oleh siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 SMA. Aku mengambil tempat duduk di muka bersama dewan guru yang lain. Sembari menunggu, lantunan senandung oleh tim hadrah Daarussalam milik SMAN 1 Jatirogo membuat suasana semakin syahdu. Acara pun dimulai dengan pembukaan dilanjutkan dengan lantunan kalam ilahi oleh seorang siswi kelas X. Sambutan ketua pelaksana dan kepala sekolah tak lupa menghiasi susunan acara peringatan maulid Nabi tersebut. Akhirnya tiba saatnya, ayahku maju ke panggung dan memulai ceramahnya. Usai ceramah, diadakan dialog interaktif. Yang bertanya mulai dari siswa sampai pada guru dan kepala sekolah. Pertanyaan sebenarnya cukup berat dan susah untuk dijawab karena banyak terdapat masalah khilafiyah antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Akhirnya ayahku mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik dan sangat diplomatis. Acara pun usai, kami menuju kantor dan sekejap kemudian kami langsung menuju mobil untuk bersiap pulang. Sebelum naik mobil ayahku diminta tanda tangan dan diberi bingkisan. Perjalanan pulang pun kami lalui bersama sampai tiba di Bojonegoro pada pukul 12.00. Hari ini hari yang begitu menginspirasi.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...