Langsung ke konten utama

Lamaran Mbak Desy

       Udara pagi Kota Pahlawan cukup segar. Hari ini aku bersama keluarga berada di Surabaya untuk menghadiri lamaran calon laki-laki Mbak Desy yang bernama Bobby dari Sidoarjo. Benar-benar awal hari di bulan penuh cinta yang sangat mendebarkan, menyenangkan. Kutunaikan sholat subuh di masjid lalu berjalan-jalan di sekitar kompleks rumah Bibiku. Kukunjungi persemayaman Paman Purwohadi yang berada tak jauh dari kediaman Bibi Sri. Setelah beberapa saat, kami sarapan dan mandi untuk bersiap-siap menyambut tamu dari Sidoarjo. Tamu pun datang pada pukul 8.30. Pembicaraan berlangsung dengan khidmat dan terdengar canda tawa dari teras rumah yang menandakan kedua keluarga ini sudah sama-sama rela anaknya berjodoh satu sama lain. Terbersit harapan di masa depan untuk dapat meminang wanita sholehah seperti Mbak Desy, oh, indahnya. Aku kadang membayangkan kalau ketika aku lamaran nanti, tubuhku dipenuhi peluh. Peluh menetes tiada henti dari dahi dan juga wajah ini. Huft ... Oh, inikah cinta. Membuat hati berdebar tak menentu. Tapi ya begitulah adanya. Setelah usai, ramah tamah pun dilaksanakan dan rombongan mempelai laki-laki pulang ke kediaman masing-masing. Aku bersama ayah dan Paman Arifin dan Sulkhan berbincang seru masalah lamaran. Kadang juga ngeri kalau mendengarnya. Kata ayahku, kalau sudah lamaran, biasanya ada saja hambatannya selama belum ada ijab qobul yang sah. Bahkan ada tradisi yang kurang baik di masyarakat kita yaitu bolehnya pasangan yang baru lamaran (belum ijab qobul) untuk berjima’. Tentu, hal ini tak dibenarkan dalam syari’at Islam dan akan menimbulkan berbagai masalah besar seperti kehamilan, dan lain sebagainya. Maka, sebisa mungkin untuk tetap menahan diri selama belum ijab qobul meski sudah dilangsungkan lamaran. Tapi begitulah adanya. Setelah dirasa cukup, adzan dzuhur berkumandang dan kami semua berjama’ah dzuhur di masjid lalu melanjutkan perjalanan pulang ke Bojonegoro. Kami sampai di Bojonegoro pukul 5 sore. Sungguh hari yang sangat terkesan dalam hidupku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...