Langsung ke konten utama

Bojonegoro Malang 5,5 jam

       Pagi ini aku kembali ke Malang untuk kembali menuntut ilmu. Usai liburan hampir 2 bulan, akhirnya aku harus kembali ke Kota Bunga. Persiapan sudah aku lakukan tadi malam, mulai mempersiapkan motor serta bawang bawaan yang akan dibawa ke Kota Malang. Cukup banyak memang yang harus dibawa mengingat liburan yang cukup panjang dan titipan untuk adikku yang sedang belajar di MAN 3 Malang. Akhirnya pukul 7 pagi aku berangkat. Belum sampai jauh, aku teringat kalau STNK sepeda motor ayahku masih berada di dompetku, akhirnya aku kembali ke rumah sebentar untuk mengembalikannya. Baru kemudian aku lanjutkan perjalanan ke arah Tuban, menyusul Darkun, teman PBA yang sudah tiba beberapa saat sebelum aku berangkat. Sesampainya disana kami langsung berangkat menuju Malang. 
       Perjalanan tak begitu berat mengingat aku sudah pernah bersepeda jauh, meski hanya sekali. Di tengah perjalanan kami istirahat sebentar karena aku merasa kelelahan mengendarai sepeda motor. Kami beristirahat di sebuah masjid pinggir jalan dan kusempatkan sholat 2 rakaat di masjid tersebut. Setelah 15 menit usai, kami pun melanjutkan perjalanan. Namun, disini masalah terjadi. sepedaku tiba-tiba tidak mau menyala. Tetapi setelah beberapa saat dicoba oleh Darkun dengan menstarter akhirnya sepedaku menyala kembali dan kami lanjutkan perjalanan. Sampai di sekitar Pujon, hujan turun dengan lebat. Aku berhenti sebentar untuk memakai mantel dan juga melindungi barang bawaanku dari hujan dengan tas kresek. Karena hujannya tidak berangin dan kami merasa aman untuk berkendara, kami pun melanjutkan perjalanan menerjang hujan. Sebelum sampai di Malang aku sempat salah arah ketika ada persimpangan. Untung belum terlalu jauh dan aku menyadari hal tersebut. Aku berhenti sebentar, melepas mantel dan melanjutkan perjalanan. Perjalanan sekitar 5 jam 30 menit tersebut alhamdulillah dapat kami lalui dengan sukses. Sayangnya, sesampai di Malang kami disambut kembali dengan hujan deras yang tak kunjung usai hingga petang menjelang. Aku langsung menuju kampus tercinta dan merebahkan diri beristirahat di mabna Ibnu Kholdun. Itu sekilas kisah perjalanan kembaliku dari Bojonegoro ke Kota Malang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...