Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegiatan musyrif/ah ke depannya, tetapi setelah sekian hari menunggu, Alhamdulillah, pengumuman pun keluar dan kami segera pindah kamar dan melaksanakan berbagai agenda sampai menjelang Idul Fithri nanti. Karena 1 Ramadhan aku mengikuti Muhammadiyah, jadi aku sholat tarawih di UMM dan kemudian untuk hari-hari berikutnya aku hanya 4 kali sholat Isya' dan tarawih di Masjid UIN Maliki Malang dan selebihnya aku sholat tarawih di masjid Al-Falah MAN 3 Malang dan masjid AR. Fahrudin UMM Malang.
Setiap sore, aku pergi mencari takjil. Ke mana lagi kalau bukan ke MAN 3 Malang lalu ikut sholat maghrib, lalu mencari buka dan kembali sholat tarawih di masjid yang sama baru kemudian pulang kembali ke UIN sekitar pukul 20.15. Sampai hari ini pun hal itu masih terus aku lakukan.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.