Langsung ke konten utama

KRS Semester 3

Hari ini adalah hari pertama untuk mulai pemrograman matakuliah atau biasa disebut oleh anak UIN "KRS-an". Memang, dari semester ke semester, masalah UIN Malang yang paling dirasakan mahasiswanya adalah ketika KRS-an. Betapa tidak, banyak mahasiswa rela tidak tidur demi menunggu KRS dibuka pada tengah malam. Tetapi, karena aku sudah pengalaman pada semester sebelumnya (baca : semester 2) jadi, aku begitu santai. Malam tadi, aku tidur begitu pulasnya karena aku tahu dan yakin bahwa KRS tidak akan dibuka tengah malam seperti semester 2 lalu. Dan ternyata dugaanku benar, pagi harinya, sesudah sholat subuh, KRS masih belum bisa dibuka. Jangankan KRS, Portal Akademik saja belum bisa dibuka. Hmmzzzz, akhirnya kubuka akun facebookku dan mayoritas (90%) yang OL (OnLine) adalah mahasiswa UIN Maliki Malang dan kulihat berandaku penuh dengan status anak-anak UIN Maliki Melang sejak semalam mengenai KRS yang belum bisa dibuka. Mereka semua mengeluh dengan kinerja kualitas Universitas yang katanya Universitas no. 1 di Indonesia untuk masalah KRS saja kok susah. AKu sendiri memaklumi karena memang walau kampus ini kampus ternama, tapi untuk masalah yang satu ini, LPSI tetap kewalahan. Akhirnya, pada sekitar pukul 10.00 KRS bisa dibuka. Karena tidak bisa membukanya di MSAA, akhirnya aku harus pergi ke warnet langgananku MAN dulu. Akhirnya aku KRS-an disana. Sebenarnya aku dititipi banyak teman untuk memperogramkan, tetapi karena nggak tahu aku lupa atau gimana, teman-temanku malah aku telantarkan dan tidak aku programkan. Yang aku programkan malah milik teman PBA yang sama sekali belum pernah kukenal karena mereka memintaku memprogramkan lewat dunia maya. Aku meminta maaf kepada mereka semua atas kekhilafanku ini. Setelah semua urusan KRS-an beres, aku kembali ke MSAA UIN Maliki Malang untuk beristirahat karena memang begitu lelah untuk urusan KRS-an kali ini. Keesokan harinya, sebenarnya aku sudah berjanji dengan teman-teman untuk konsultasi ke Mas Anas bareng2, tetapi karena setalah aku melihat Save-save-an KPS ku kemarin ada yang salah input, yaitu matakuliah studi qur'an tidak aku masukkan, malah matakuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI) yang sudah aku tempuh di semester 1 lalu. Inilah kekurangan portal akademik UIN, yaitu tidak bisa mendeteksi kesalahan input matakuliah yang seharusnya diambil mahasiswa. Akhirnya, aku harus dengan segera menuju warnet untuk mengganti jadwal Sejarah Peradaban Islam dengan matakuliah Studi Qur'an. Meski akhirnya aku harus mengambil jam pagi (06.30) dengan sangat terpaksa karena kelas dengan jam lain dan hari lain sudah penuh. Karena sebenarnya kalau kita menjadi musyrif di MSAA UIN Maliki Malang, hal ini sebaiknya dihindari karena kita harus menyesuaikan dengan jam kegiatan ma'had yang baru selesai sekitar pukul 07.00 pagi hari. Tapi, apa daya. Nasi telah menjadi bubur dan tak bisa kembali lagi. Hari berikutnya aku berkonsultasi ke Mas Anas sendirian. Setelah semuanya selesai aku melanjutkan berbagai aktivitas dan rencana yang dudah kususun dengan rapi. 
Beberapa hari berikutnya, masih dalam minggu KPS/KRS, aku digalaukan dengan harus adanya tulisan Bapak Zubair selaku petugas BAK Fakultas Humaniora, padahal kenyataannya tidak ada keharusan menuliskan Ust. Zubair selaku petugas BAK Fakultas, karena sesungguhnya disana tertera 2 nama, yaitu Ust. Zubair dan Ust. Aidar. Karena berkaca pada semester 2 lalu, aku menuliskan nama Ust. Aidar di KPS ku dan kata teman-teman nanti tidak bisa diterima oleh Mas Anas. Tetapi setelah negosiasi lama dengan Mas Anas walau melalui layanan SMS, akhirnya aku memperoleh kepastian mengenai BOLEH tidaknya menuliskan Ust. Aidar di dalam KPS. Dan jawabannya BOLEH. Hmzzz, lega rasanya hatiku mendengarnya. Alhamdulillah, semoga semester 3 aku bisa lebih baik lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...