Postingan selanjutnya mengenai kenangan lama yang hari-hari ini terukir kembali. Alhamdulillahirabbil 'alamiin, kuucap syukur kepada Ilahi yang masih bersedia memberikan nafas kepada hambaNya di dunia ini, Dzat yang telah menghadirkan rasa cinta di hati tiap hambaNya dengan berbagai cara yang manusia terkadang tak mampu untuk menalar dengan otaknya.
Tepatnya satu tahun lalu aku berkenalan dengan dirimu, wahai bidadari syurga. Awal perjumpaan itu begitu membekas dan tak sanggup kulupakan hingga kini, Entah karena apa, rasa ini masih "nyangkut" di hati terdalamku. Engkau memang jarang membalas surat-surat (baca : sms) dariku. Tapi, aku yakin seyakin-yakinnya, kamu ingin sekali membalas sms tersebut walau hanya dengan kata-kata "Ya". Menurut pandanganku, engkau orangnya baik, meski di beberapa sisi masih perlu diperbaiki, seperti masalah ibadah sholat ama'ah, bangun subuh, pemakaian uang jajanmu yang menurutku masih terlalu boros (aku tak tahu kalau menurutmu). Jarang sekali aku melihatmu asyik di depan laptop, membuka akun facebook-mu, tak seperti kebanyakan teman-temanmu yang hampir setiap hari, bahkan tiap jam menatap layar monitor hanya untuk sekadar update status yang kadangkala itu tiada bermakna. Hal itu adalah salah satu yang membuatku suka kepadamu. Acapkali, engkau meminta tolong kepadaku, entah itu pinjam sesuatu atau lain sebagainya. Aku akan meresponnya dengan sangat cepat dan aku tulus membantumu lantaran sikapmu yang bisa menjaga amanah orang lain. Beberapa hari yang lalu, aku sempat kaget, tiba-tiba kamu sms aku untuk minta tolong cari tempat wisata di Malang, ok, aku berusaha membantumu sebisaku. Dan kemarin malam, kamu sms aku untuk minta tolong dicarikan dimana tempat parkir bis di Pasar Besar Malang. Pagi tadi, aku langsung ke PB untuk menanyakan dimana parkir bus PB. Semua itu kulakukan Just For You. dan satu yang kuingat, kau masih memakai inisialku ketika pertama kali kita bertemu, "PITA MERAH". Ya, aku begitu kangen dengan kata-kata itu, sudah begitu lama aku dan dirimu tak memakainya, tapi selama yang aku tahu, ketika kau menelponku, sms, atau mungkin membalas status di FB kau tak pernah memanggil namaku, tetapi selalu menggunakan istilah itu. Entah kenapa hal itu kau lakukan, Semoga itu semua baik. Hal lainnya adalah, kamu tidak memiliki akun twitter, seandainya punya pasti juga nganggur seperti akun facebookmu yang sangat jarang sekali kau buka. Kau penurut, ketika di rumah, aku yakin kau membantu ibumu menjaga toko, bersih-bersih rumah. Dulu, aku pernah bertanya "orang tuamu kerja apa?" katamu "ayahku kerja di arab sebagai agen perjalanan haji" Dan aku sempat menjawabnya, "kapan-kapan kalau aku mau ke luar negeri lewat bapakmu saja ya". Oh, Ya Allah, sungguh, ini wanita idamanku, ku harap suatu saat nanti aku bisa ke rumahmu, meminta ijin ke orang tuamu untuk menikahimu. Allahu Akbar, akankah ini menjadi kenyataan? Wallahu A'lam bish showaab. Sekian dan terimakasih.
Salam dari lubuk hati terdalam, Muhammad Amin untuk Nur Jihan di Manyar, Gresik.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.