Langsung ke konten utama

Keluhan Mahasiswa PBA tentang nilai Matkul Pengantar Pendidikan

Bismillah, postingan kali ini mengenai kesalahpahaman teman2 angkatan sejurusan di universitas mengenai pemberian nilai akhir yang menurut mereka dirasa kurang adil. Matakuliahnya disini adalah Pengantar Pendidikan yang diampu oleh Ust. Mubaligh. Mayoritas mahasiswa menganggap apabila tidak diberi tugas oleh Ust. Mubaligh, maka tugas selesai dan nilai pasti bagus. Ternyata, setelah sekian lama UAS selesai digelar, Ust. Mubaligh meminta anak-anak yang belum mengumpulkan revisi makalah untuk segera mengumpulkannya demi perbaikan nilai di SIAKAD. Tetapi, karena memang pemberitahuannya ketika mereka sudah pada pulang ke kediaman masing-masing, maka hanya segelintir saja yang bisa dan MAU mengumpulkan tugas revisi makalah tersebut. Alhasil, di SIAKAD, nilai mereka jeblok semua, rata-rata mendapat nilai B+. 
Beberapa hari kemudian, seorang teman, Ketua Angkatan PBA 2012 mengumumkan di jejaring sosial bahwasannya Ust. Mubaligh minta maaf karena memberikan nilai apa adanya karena banyak mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas revisi makalah. Respon dari teman-teman (terutama yang rumahnya jauh) mereka merasa dirugikan oleh Ust. Mubaligh dan menganggap Ust. Mubaligh otoriter dan semaunya sendiri, Alasan mereka adalah karena pemberitahuan untuk mengumpulkan revisi makalahnya telat, sehingga mereka tidak sempat mengumpulkan, bahkan mayoritas belum merevisi. Padahal, sebenarnya di setiap pertemuan, meskipun Ust. Mubaligh tidak memberi tugas revisi makalah, tugas itu pasti ada dan harus segera dikumpulkan secepatnya. Astaghfirullahal'adziim. Tidak selayaknya seorang murid yang baik, yang tahu adab, etika, sopan santun, mengatakan hal yang tidak baik kepada guru atau dosennya. Semoga teman-teman bisa menyadari bahwa semua itu adalah kesalahan mereka dan semoga hal yang sama tidak terulang ke depannya. Aamiin. 
-ZE3-17H7-  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...