Masa SMPku kulewati di sebuah pondok
modern di tengah kota Angling Dharma. SMPku ini rata-rata gurunya berasal dari
alumni gontor untuk guru bidang studi agama, sedangkan untuk guru mata
pelajaran umum banyak diisi lulusan Universitas Surabaya (UNESA). Ustadz-ustadz
di pondok ini begitu baik dan ramah serta disiplin. Ada
1.
Ustadz Sya’roni sebagai nahkoda pondokku sekarang ini sebagai pengganti Pak
Basuki yang dulu merapel menjadi kepala sekolah di SMP lain.
2.
Ustadz Ihda Khoiri (guru Bahasa Indonesia) yang mengakhiri masa lajangnya
beberapa saat yang lalu
3.
Ustadz Wiwit (guru Bahasa Indonesia, sudah menikah)
4.
Ustadz Ali Musyafak (guru SKI, olahraga, geografi, tajwid) sekarang sudah tidak
lagi mengajar di pondok karena menjadi kepala sekolah sebuah pondok di Tuban
5.
Ustadz Shobirin (guru Biologi) yang sudah menjadi PNS di sebuah SMP dan
sekarang hanya mengajar anak-anak olimpiade
6.
Ustadz Insan (guru Matematika dan TIK) yang ternyata juga seorang dosen di AKN Bojonegoro,
rekan kerja ayahku
7.
Ustadz Rohim (guru Matematika dan TIK) yang sudah lama tidak mengajar di pondok
8.
Ustadz Sriyono (guru Matematika) asal Tuban yang pintar marawis, banjari,
tilawah dan qiro’ah, juga seorang yang pandai dengan sulap angka
9.
Ustadz Wahab (guru Fisika) yang sudah diangkat menjadi PNS dan digantikan oleh
guru dari SSC yang dulu mengajar Fisika juga ketika aku bimbel di pondok
10.
Ustadz Dzikrul Hakin (guru Bahasa Arab alumni gontor) yang dulu sempat punya
usaha nasi keliling
11.
Ustadz Mathori Masdhuqi (guru Bahasa Arab alumni gontor) yang katanya punya
ilmu-ilmu kebathinan
12.
Ustadz Azmi (guru Qur’an Hadits, Mahfudzot, Aqidah Akhlaq alumni gontor) yang
terkenal sangat disiplin dan berwajah garang
13.
Ustadz Ikhwani (bagian administrasi) yang selalu ramah melayani berbagai
kebutuhan santri
14.
Ustadz Joni Wicaksono (guru Bahasa Inggris) yang sangat kompeten dalam
bidangnya.
15.
Ust. Alamul Huda Masyhur (pengasuh Pondok Modern Arrahmat) yang juga pengasuh
pondok Al-Rasyid Kendal Bojonegoro yang begitu kharismatik.
Semasa SMP, hobiku adalah sepak bola,
voli dan bulu tangkis. Apalagi kalau sudah menjelang hari libur (Kamis) atau
hari libur (Jum’at). Selain itu tiap minggunya (Jum’at pagi) aku bersama
kawan-kawan selalu membersihkan lingkungan pondok atau biasa disebut kerja
bakti. Hobi lainnya adalah kesenanganku menulis. Kala SMP, aku suka sekali
membuat puisi. Tiap akhir pekan (Kamis malam) aku sering berada di kelas
sendirian untuk membuat puisi yang sekarang ini entah pergi kemana buku yang
berisi karyaku itu. Pernah pula, aku ikut lomba menulis yang berhadiah buku dan
voucher internet gratis dari Santri Arrahmat Menulis (SAM) yang dirintis oleh
ustad Shobirin yang juga memang gandrung dalam dunia tulis-menulis. Keberadaan
blog SAM sudah tak kedengaran lagi semenjak ditinggal oleh pelopornya.
Aku biasa pulang 1 bulan sekali. Jarak
rumahku dengan pondok memang tak begitu jauh, hanya sekitar 2 km. Pernah juga
aku pulang jalan kaki, padahal biasanya aku dijemput karena mamang saat itu
tidak ada yang bisa menjemputku karena ayah sedang tergolek lemah sakit di
rumah sakit.
Pernah pula aku ikut lomba Cerdas Cermat
Agama mewakili pondok bersama Juli Wahyu Prayogi dan Syahrir dan alhamdulillah
mendapat juara pertama dengan hadiah sebuah piala dan uang pembinaan sebesar
300.000 yang kami bertiga. Banyak pengalaman-pengalaman berharga yang tak
kudapati bila aku tidak sekolah di pondok ini. Senandung Pondok yang selalu
rindu kala aku mendengarnya, pelanggaran yang pernah aku lakukan, hukuman yang
kudapatkan, antri makan, antri mandi, latihan nyuci sendiri, dijenguk setiap 2
hari sekali, berebut internetan setiap pagi sebelum sekolah dan sore sepulang
sekolah, mengaji bareng ustadz meski terkadang kantuk tak bisa ditahan, petuah
yang selalu dijejalkan setiap harinya hampir setiap usai sholat fardhu,
keistiqomahan membaca Qur’an, belajar bareng, keluar dengan baju koko, kajian
setiap Selasa malam di masjid jami’ dekat pondok, sholat Jum’at bareng, kerja
bakti, rajin berangkat paling pagi ke kelas, berbagai kompetisi di dalam kelas
yang alhamdulillah selalu bisa mendapat posisi teratas, merasakan indahnya
berbagi, yasinan, tahlilan tiap malam jum’at, subuh yang selalu digoraki ustadz,
kumpul sama temen cowok selama 3 tahun, sehingga sekalinya lihat cewek kayak
lihat syurga, Muna anak pengasuh.
Kini, sudah lebih kurang 5 tahun aku
menjadi alumni pondok ini. Masih sering kukunjungi pondok meski hanya untuk
melihat perubahan yang terjadi, prestasi yang kian melambung, berusaha datang
ketika ada acara alumni dan juga haflah akhirissanah tiap tahunnya. Itu semua
sudah menjadi kenangan, semoga semua ilmu yang didapat bermanfaat dan semua
ustadz baik yang masih mengajar atau tidak mengajar lagi selalu diberi
kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT.

cie amin hehe
BalasHapus#yogi
haha, ya begitulah yog ... biar ada cerita di masa depan ... gmana kabar yog ?
Hapus