Kali ini aku ingin bercerita tentang
keluarga kecilku yang begitu menyenangkan dan menentramkan. Sang Ayah, alumni
IAIN Sunan Ampel Surabaya jurusan PAI, S2 di UNDAR Jombang. Sekarang bekerja
sebagai PNS di KUA, Dander, Bojonegoro.
Sore hari, menjadi dosen sekaligus rektor di STITM (Sekolah Tinggi Ilmu
Tarbiyah Muhammadiyah) Bojonegoro. Malamnya masih berkutat dengan berbagai
rapat di PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah). Tiap hari jum’at manjadi khotib di
berbagai masjid di Bojonegoro, anggota KAHMI, aktivis HMI di masa lalu, anggota
ICMI, anggota DMI, kenal juga dengan pejabat daerah Bojonegoro, termasuk
bupati. Masih sering mengisi berbagai pelatihan kemuhammadiyahan mulai tingkat
Pemuda, IMM, PCM, PRM sampai PDM. Dosen juga di IKIP beberapa tahun yang lalum
tapi mulai taun ini sudah tidak lagi. Dosen di Akbid dan AKN meski hanya di
semester ganjil saja. Hari minggu pun jarang sekali di rumah untuk sekadar
bercengkrama bersama keluarga.
Ibuku, seorang perempuan tangguh,
bekerja sebagai bendahara di STITM Bojonegoro sejak tahun 1990-an bersama
ayahku sampai saat ini. Seorang ibu rumah tangga yang terus sibuk mengurusi
rumah, memasakkan kami sekeluarga setiap harinya, mendidik kami sebagai
anak-anaknya dengan penuh kasih dan sayang. Pendidikan akhir hanya SMA, tetapi
begitu cemerlang bila dihadapkan pada masalah pembukuan khususnya yang masih
tulis menulis di atas kertas putih. Untuk masalah internet, ayahku sudah mulai
belajar sedikit demi sedikit dan ibuku nampaknya masih kurang tertarik dengan
komputer dan juga gadget canggih. Tapi kuakui, meski begitu, ibuku pahlawan
nomor satuku yang selalu bangun tengah malam bersama ayahku mendoakan
kesuksesan anak-anaknya sekarang dan di masa depan. Ridhomu selalu kucari. Love
you mom. :-*
Adik pertamaku, ‘Iffah Khosyyatillah,
kecil sebagai perempuan periang, sedikit malu dan penakut, tumbuh dengan
pendidikan agama yang cukup dari sekolah dan tentu saja keluarga. Sekolah di
Taman Bermain Hidayatullah sebelum di TK ABA IV Ledok Kulon. Lalu melanjutkan
di MIN Kepatihan, sekolah yang sama denganku. Lalu di SMPN 1 RSBI Bojonegoro,
lalu setelah lulus sekarang sedang menempuh SMA di MAN 3 Malang, sekolahku juga
ketika masih SMA 1,5 tahun yang lalu. Adikku yang pertama ini selalu saja
bertengkar dengan adikku yang kedua meski dengan masalah yang sangat sepele.
Dulu adikku ini kecil dan pendek, tetapi alhamdulillah, setelah haid, sekarang
adikku tumbuh tinggi dan sedikit gemuk. Cukup periang di sekolah, tetapi sangat
mudah terpengaruh teman-temannya sewaktu SMP, kurang memiliki pendirian yang
kuat. Mudah goyah dan aku berdoa semoga seiring berjalannya waktu adiku bisa
belajar banyak untuk bisa menjadi wanita tangguh di masa depan.
Adiku keduaku, Luqman Alhakim Perkasa,
dulu kecil, usai TK B, adikku tumbuh semakin gemuk dan sekarang beratnya saja
sudah mencapai 35 Kg. Dulu aku suka sekali menggendongnya, tetapi karena
sekarang beratnya sudah semakin bertambah, aku sudah tak sering lagi karena
tidak kuat. Adikku adik yang inklusif beberapa tahun yang lalu, punya kulit
yang putih, sangat tampan, berwajah bulat, cukup pintar untuk ukuran
teman-teman di sekolah dan di antara teman-temannya. Sekarang adikku sudah
banyak berubah, sangat cepat jika belajar hitung-hitungan, masalah IT levelnya
sedikit di bawahku, gamer hp dan juga game facebook, pintar sekali
mengoperasikan internet dan juga gadget mahal, ngalah-ngalahi ayahku. Memang,
anak sekarang dunia bermainnya sudah digantikan dengan adanya game atau
teknologi dari hari ke hari yang semakin canggih saja. Setiap pulang sekolah di
sore hari, ia sekarang sukanya bersepeda karena memang bila aku tak di rumah
dan di perantauan, ia sendirian di rumah, sehingga ia mencari teman dan bermain
disana. Penyuka sepak bola, tidak bisa renang sama sepertiku juga adikku yang
pertama. Pecinta bulu tangkis, tumbuh sehat, akan makan segalanya tanpa
pilih-pilih seperti adik pertamaku, tak seperti aku yang sangat pilih-pilih
dalam hal makanan. Peraih juara 1 beberapa kali di sekolah sejak TK sampai
sekarang. Adikku sewaktu kecil cukup manja, tapi sekarang tak lagi, mandiri,
rajin belajar, suka sekali nonton film kartun di ANTV atau Bchannel setiap pagi
dan sore.
Kami sering makan malam di luar bersama
beberapa kali atau sekali dalam seminggu, biasanya ketika hari minggu usai
pengajian ahad pagi. Atau kalau tidak, setiap perayaan ultah ayah, ibu,
pernikahan ayah dan ibu, aku, adik-adikku, kami pasti keluar untuk makan-makan.
Ibuku memang sangat dekat denganku hampir setiap hari ketika aku ada di rumah
atau saat liburan. Meski ayahku ayah yang super sibuk, tetapi kuyakin semua
yang dilakukannya demi menghidupi keluarganya. Namun, terkadang karena profesi
ayahku sebagai pengemban dakwah Islam, hal ini menjadikan ayahku susah untuk
mengaplikasikan apa yang telah dipahami dan disampaikan kepada orang banyak.
Celetuk ibuku suatu saat, “Haji berkali-kali itu malah gak ada rasanya, lebih
seperti rekreasi saja, tapi pengamalan keseharian kadang jauh dari yang
diharapkan.” Tapi, terlepas dari itu semua, aku yakin ibuku menyayangiku dengan
caranya sendiri dan ayahku pun punya cara tersendiri membahagiakan dan mendidik
anak-anaknya.
Itulah keluarga kecilku yang sangat
bahagia.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.