SMAku
juga tak kalah seru dengan masa sekolahku sebelumnya, Malah mungkin akan
menjadi kenangan yang lebih tak bisa dilupakan. Kala itu, UNAS belum
dilaksanakan, tetapi diriku sudah mendaftar dan mengikuti tes masuk di MAN 3
Malang. Aku lupa tepatnya tanggal berapa, yang pasti aku berangkat ke Malang
bersama ayah Yudha dengan naik mobil ayahnya Yudha. Sesampai disana kami
mendaftar dan beberapa hari berikutnya mengikuti tes. Alhamdulillah, sekian
beberapa waktu menunggu pengumuman lolos atau tidak, akhirnya aku lolos dan
menempati peringkat 8 dari keseluruhan pendaftar yang saat itu melalui program
unggulan dan terpadu. Sedangkan untuk program unggulan sendiri aku menempati
peringkat 3. Alhamdulillah. UNAS SMP dilaksanakan. Usai itu, diri ini begitu tenang,
SMA sudah diterima, UNAS tinggal menunggu pengumuman dan acara haflah
akhirissanah akan digelar di akhir tahun ajaran. Setelah semua itu selesai,
kehidupan SMA yang katanya masa-masa paling indah menurut lagunya Chrisye aku
rasakan. Untuk tahun ke-4 sampai ke-6 aku melanjutkan mondokku di Ma’had
Alqalam MAN 3 Malang yang kala itu masih bernama Asrama MAN 3 Malang. Acara MOS
dilalui dengan sangat seru sampai hari terakhir. Masih kuingat di hari terakhir
ada temanku, Robet, siswa baru sudah berani bergoyang dan bernyanyi di saat
malam seni hingga akhirnya di pagi harinya para guru sedikit marah atas
kelakuannya yang kelewat batas. Hari-hari pertama di sekolah kulalui dengan
sangat menyenangkan. Diriku masuk di kelas akselerasi. Wow ini menurutku,
karena memang peringkatku masuk termasuk tinggi. Setelah satu minggu berselang
dan aku mengikuti tes kelas MABI (keagamaan), maka akhirnya aku pindah ke kelas
MABI yang saat itu beranggotakan 23 orang. Di kelas akselerasi kukenal Afif,
Luthfi yang pendiam dan sukanya baca buku fisika sendirian di belakang ketika
jam kosong dan yang lainnya asyik bermain, Habib Syaifuddin yang juga tak kalah
brilian, Ayu Gumilang yang akhirnya masuk kelas biling, begitu juga Romy, si
Sandy yang akhirnya masuk kelas reguler, Alfi yang umurnya masih sangat muda
tetapi semangat dan kepintarannya begitu luar biasa, cantik pula, teman
Qotrunnada dan adik kelasnya Hambali. Ada juga Cordova Ulin Nuha Kamila, cewek
pertama yang kukenal di sekolah bergengsi ini, Fitri Alfia yang masuk kelas biling,
ada juga Rona yang sungguh memukau. beberapa lainnya masuk kelas reguler,
olimpiade dan tentu masih ada yang di kelas akselerasi. Seminggu berlalu dan
waktunya menjajagi dunia baru, dunia keagamaan, penuh dengan referensi bahasa
arab impianku semenjak dulu, meski dulu aku sangat ingin masuk gontor, paling
tidak masuk kelas keagamaan di sekolah ini dapat dijadikan sebagai pengganti
yang tak kalah baiknya. Di kelas baruku, kukenal
1.
Firdausiyah, wanita berperawakan pendek asal Bawean, jilbab yang begitu khas,
wajah yang selalu tersenyum, sangat brilian dan menjadi sainganku selama dua
semester penuh. Ia sangat pintar di hampir semua mata pelajaran, sehingga
kadang membuatku kewalahan bagaimana diri ini bisa mengalahkannya.
Berkompestisi dalam kebaikan tentu diperbolehkan dan dianjurkan dalam Islam. Fastabiqul
Khoiraat.
2.
Aan, alumni Gontor yang cas cis cus kalau ngomong bahasa arab
3.
Royhan asal Probolinggo yang di tahun-tahun berikutnya kami tunjuk sebagai
ketua kelas
4.
Marga asal Ngawi yang pada gilirannya nanti akan menjadi ketua kelas dengan
sebutan kapten.
5.
Alwan, aremania, pria bertubuh kecil, namun pemikirannya selalu menyulut
perhatian anggota sekelas. Sikapnya yang pendiam, tetapi sekali ngomong kadang
membuat tertawa, kadang membuat marah dan jengkel, ya itulah Alwan.
6.
Robin, pria bermata cukup besar bila dibandingkan dengan kawan lainnya. Selalu
membuat seisi kelas tertawa bila ia sudah melemparkan joke nya layaknya
seorang pelawak di layar kaca.
7.
Dila, aremanita, asal karlos, wanita berperawakan tinggi, cukup pintar, anak
pendiri pondok di Karangploso. Saingan beratku juga.
8.
Ima asal Sidoarjo, ia cewek bertubuh gemuk, berkacamata sama sepertiku, selalu
tampil ceria.
9.
Fithroh asal Kandang Semangkon, Lamongan, cewek berperawakan sedang, cantik,
sekarang kawan sejurusan, yang akhirnya nanti kami sering ikut lomba debat
bahasa arab sampai di tingkat Jawa Timur. Penyuka bahasa arab, alumni Al-Islah
Lamongan, pecinta pramuka juga, suka ikut lomba bahasa arab, anak seorang
pemilik beberapa hektar tambak udang dan hewan laut yang pada kesempatannya
nanti kami semua berkesempatan mendatangi kediamannya untuk berbagi cerita dan
tentu saja makan-makan. J
10.
Fikri, pecinta Juventus dan J-Rock. Suka muter lagu J-Rock dan juga seorang kiper
hebat di kelas kami. Alumni salah satu pondok cabang gontor. Ia berasal dari
Jawa Tengah.
11.
Habibi, pria
berkacamata asal Surabaya yang sekarang sudah pindah ke Sidoarjo. Gamer sejati,
darinya kukenal berbagai game online, khususnya Crazy Kart 2, suka mengigau
tidak jelas, termasuk yang paling sering masuk kelas di masa-masa selanjutnya. Pecinta
IT juga.
12.
Farus asal Gresik, tepatnya Duduk Sampeyan. Pria berperawakan cukup tinggi,
pintar masalah nahwu dan sedikit bahasa arab, alumni Tambak Beras sama dengan
Dila, pada saatnya nanti ia menjadi Wakil Ketua OSIMA 2011/2012 dan juga wakil Ketua
acara baksos 2010.
13.
Hambali, pria tinggi asal Malang selatan, Gondanglegi. Cukup pintar masalah
agama juga umum, pecinta lagu Celine Dion dan lagu arab. Hafidz yang sekarang
sudah bisa pergi ke Sudan untuk belajar agama disana. Ketua BDI (Badan Dakwah
Islam) di sekolah, CO Bahasa OSIMA 2011/2012, anggota sie. Dakwah bersamaku
OSIMA 2010.
14.
Nafis, perempuan asal Bojonegoro, kawan lama, kawan SD ku meski beda kelas,
sering pulang bareng aku, cantik, sedikit gemuk, cukup mempesona bagi siapa
yang memandangnya. Cukup pintar masalah bahasa arab dan nahwu, alumni ponpes
Abu Dzarrin Bojonegoro.
15.
Qotrunnada Faradisa, dipanggil Fara, sekarang Qotrun bahkan Mak Qoth. Adik
kelas Hambali di MtsN Malang 3, Gondanglegi,.Perempuan cilik berwajah imut
karena umurnya yang terlampau muda karena SMP nya aksel, cantik, suka desain
dan menggambar, korean holic.
16.
Resi, aremanita sejati asal Gondanglegi, kediamannya dekat dengan Hambali. pecinta
arema dan sepakbola dunia semacam FC Barcelona, Chelsea dan Arsenal. Cewek
petualang yang suka cari tantangan. Sedikit maskulin.
17.
Rifa, cewek asal Krecek, Kediri, bertubuh cilik sedikit sedang, mendapat
sebutan Mbah Uti karena memang paling tua diantara teman sekelas. Cukup pintar,
cewek yang suka tantangan dan tidak mudah menyerah. Periang, Wakil ketua OSIMA
2011/2012.
18.
Rissa, cewek yang asalnya aku lupa, cewek bertubuh sedang sedikit gemuk.
19.
Titin, cewek asal Lamongan, periang, suka bergaul, dan selalu tampil keren
20.
Wilda, cliques asal Lamongan, kawan Titin, sosiabel, cewek feminim yang sedikit
maskulin.
21.
Zian, cewek bersuara indah, qoori’ah ternama di kelas, vokalis grup Banjari di
sekolah, cukup pintar masalah nahwu, shorof juga bahasa arab, tak mudah
menyerah dan selalu ceria setiap hari. Ketua BDI 2011/2012 bersama Hambali.
22.
Ita, cewek bertubuh tinggi, pintar, tapi akhirnya pindah ke jurusan IPA.
23.
Asyiq, pria asal Tuban, selalu ceria dan tak mau menyerah. Akhirnya nanti
pindah ke jurusan IPS.
Itulah kesemua temanku yang membuat
kehidupan SMA ku semakin seru saja setiap tahun, bulan, hari, jam, menit bahkan
detiknya. Di kelas kami yang baru kami bentuk kepengurusan, kami galang
solidartas, kami buat grup facebook untuk memudahkan berkomunikasi karena
memang tidak boleh membawa hp di sekolah maupun ma’had.
Di ma’had, kami belajar bahasa arab,
mengaji kitab ta’liimul muta’allim, bidayatul hidayah, riyadhus sholihin. Di
kelas aku belajar fiqih, aqidah, tauhid, ilmu kalam, IPA, IPS, Matematika,
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, qur’an hadits, tafsir, dan nahwu. Di ma’had kami harus bangun pagi
untuk sholat jama’ah di masjid Al-Falah dilanjutkan dengan hiwar (bahasa arab
atau bahasa inggris), usai itu kami mandi, sarapan, bersekolah sampai pukul
15.00. Di sela-sela itu, pukul 9.30 kami istirahat setengah jam, pukul
11.30-12.30 istirahat untuk sholat jama’ah dzuhur dan makan siang. Sore hari
kami bermain sepakbola, bulutangkis, keluar untuk jalan-jalan atau belanja.
Pukul 17.00 kami mandi atau makan sore, lalu pergi ke masjid, sholat jama’ah
maghrib, mengaji, kajian atau belajar bahasa asing, isya’ jama’ah, belajar
mandiri di kelas sampai pukul 21.00, maksimal pukul 22.00. Lalu kami semua
tidur. Itulah rutinitasku selama 3 tahun penuh di MAN 3 Malang dan juga Ma’had
Al Qalam MAN 3 Malang. Makan kami prasmanan alias ambil sendiri. Ketika siang
kami makan di kantin.
Aku sendiri akhirnya ikut seleksi
anggota OSIMA 2010 dan diterima menjadi bagian dakwah. 1 tahun berjalan dengan
cepat tak terasa, berbagai kenangan indah bersama Hunter Of Paradise takkan
terlupa. Mulai gojlok-gojlokan, cinlok, belajar bareng, susah bareng, ngerayain
ultah temen, dsb. Memasuki tahun kedaua, aku dipilih menjadi CO Dakwah di OSIMA
2011/2012. Perayaan ultah ke-17 tahun yang begitu mengesankan. Aku diceburkan
ke kolam PSBB usai latihan drama untuk pementasan drama bahasa indonesia. Cerita
kami, pentas drama, lomba debat bahasa arab di UIN, lomba MFQ bersama akhi Azir
dan Akhi Shofi yang harus pulang dengan tangan hampa dan wajah malu. Lomba
debat bahasa arab di UM dalam rangka Usbu’ Arabi jurusan PBA UM. Memasuki tahun
kedua, temanku Aan keluar dari MAN 3 Malang, si Royhan masih bertahan, Ita
sudah lama keluar dan pindah jurusan ke IPA, si Asyiq pindah ke IPS dan si
Firdausiyah, cewek brilian itu sudah pindah sekolh ke MBI Amanatul Ummah
Mojokerto.
Mengenai kisah cintaku selama SMA,
karena aku begitu gugup bercengkrama dengan cewek karena tiga tahun lalu aku di
pondok dan semua kawanku adalah laki-laki. Memang sedikit canggun, namun
seiring berjalannya waktu, semua itu menjadi mudah dan juga indah. Awalnya,
kusuka Firdausiyah ketika masuk kelas MABI, ia begitu sempurna, pintar,
sholeha, istri idaman ini kataku. Yang pada kelas 3 ketika usai UN aku lewati,
aku ungkapkan kalau aku suka dia dan ia berkata bahwa ini belum saatnya. Selanjutnya,
aku pernah suka Fara, masih kawan sekelas, tapi yang ini hanya sekedar suka
saja. Di OSIMA, di tahun kedua menjelang pergantian pengurus, kukenal Husnia
Ayu dan aku suka padanya. Tak pernah kuungkapkan tapi memang sudah banyak yang
tahu. Mulai aku belikan oleh-oleh gantungan kunci usai Rihlah Ilmiyah kelas 2,
kuberi ia bolpoin yang terukir namanya usai lomba debat bahasa arab di MQK
Probolinggo. Lanjut ke tahun ketiga, aku masih suka padanya dan di akhir tahun
ketiga menjelang wisuda, aku suka pada Dila. Padanya aku yang paling getol
untuk mencintainya. Aku beri ia foto kami berdua usai wisuda. Kuberikan padanya
saat ia ultah di Malang setelah beberapa saat tidak berjumpa. Untung saja usai
itu, ia hilang dan menyukai yang lain. Begitu pula aku.
Pernah di saat kelas 2 seingatku, aku,
Alwan, dan Robin berjualan Getuk di Pasar Minggu sebelum pulang untuk liburan.
Kami bawa bangku kelas bahasa dan menghilangkannya di dekat perpustakaan karena
saat itu hujan, dagangan kami tidak laku, diusir petugas. Pokoknya seru dan
geli kalau mengingatnya. OSIMA yang begitu mempesona, berjuang tiada henti, aku
menjadi sie acara di acara pesta, sie. Konsumsi di salah satu acara bahasa, CO
sie dekdok pada haflah al lughowiyah di masa jabatan 2011/2012. Sekretaris
Muwadda’ah 2011, dan akhirnya diwisuda di tahun 2012. Kami (MABI) sering keluar
bareng, makan-makan di Matos, ke rumah guru untuk silaturahim bakda idul
fithri, ke PM untuk sekadar jalan-jalan. Berfoto dan berpose ria di berbagai
event. Pernah kami bersama menari saman pada acara 17 agustus di tahun pertama
kami bersekolah di MAN 3 Malang. Pernah si Hambali pingsan usai perayaan ulang
tahun salah seorang kawan kelas.
Kelas 3 kami lalui dengan riang
gembira, usaha keras agar lulus UN. Alhamdulillah aku diterima di PBA UIN
Maliki bersama Fithroh dan Dila serta Efi, teman jurusan IPS. Si Robin, Wilda
dan Zian di jurusan AS UIN Maliki Malang, Alwan diterima di Filsafat UGM, Ima
di Akper Pasuruan, Marga dan Royhan di Managemen UIN Maliki Malang, Fikri, Resi
dan Asyiq di HBS UIN Maliki Malang. Habibi di Sastra Inggris UM, Farus di AS
UIN Sunan Ampel Surabaya, katanya mau nikah Januari atau Februari ini usai
beberapa waktu lalu memperkenalkan calonnya kepada kami di warung Assalamu’alaikum,
tetapi sekarang tak ada kabarnya, nomor hp nya sudah tidak aktif, akun
facebooknya dihapus, left grup MABI juga. Hambali masih belum kuliah, ia akhirnya
membantu di Ma’had Al Qalam dan sekarang kuliah di Sudan jurusan hukum islam, Fara
di PBA UM, Rifa di Perbandingan Madzhab UIN Sunan Kalijogo Yogyakarta, Rissa
katanya di Akbid Kesehatan, tapi sekarang sudah tidak ada kabarnya. Terakhir
aku lihat PP nya sudah tidak berjilbab bersama pacarnya yang selalu berbaju couple.
Ya Allah, sadarkanlah kawanku yang satu ini. Turut prihatin. Si Titin di PAI
UIN Maliki Malang.
Sungguh prihatin dengan keadaan
kawan-kawan sekarang ini. Si Robin bagus sih, ia ikut VSI Ustadz Yusuf Mansyur,
jualan akik sebagai tanda ia ikut perkumpulan jagad sholawat yang bisa
menerawang dan biasa menyembuhkan orang yang kesurupan. Si Dila lagi
asyik-asyiknya berdua bersama ketua angkatan PBA, Khawarizmi, Si Alwan sungguh
kasihan, ia hidup sebatang kara di Jogja, tak ada kerabat, beberapa waktu lalu
kami mengunjunginya tatkala kami mendengar kabar ayahnya meninggal dan ibunya
entah kemana. Tabahkan hatimu kawan, aku yakin kamu pasti bisa melawan ini
semua. Fithroh yang sejak masuk UIN Malang sampai sekarang bersama si Yafi,
kawan kelas PKPBAku, rumahnya memang di Lamongan dekat dengan Fithroh,
kelihatannya keduanya sudah saling mengenal lama sebelum di UIN. Ima masih tak
tahu kabarnya, tapi terakhir kali yang kutahu sekarang lagi intens untuk
mewujudkan cita-citanya menjadi sebuah bidan. Si Marga sedang asyik dengan
managemennya, begitu juga Royhan. Aku sendiri sedang dalam proses pencarian
jati diri, mengikuti berbagai organisasi, sedang jatuh cinta pada Jihan yang
kukenal di hari kedua OPAK Universitas, anggota IMM Reformer DAD V, musyrif Mabna
Ibnu Sina tahun ini, peraih IP 4 selama 2 semester berturut-turut. Si Fikri
sedang intens dengan Wilda dan juga kipernya di UNIOR, si Habibi semakin
bersinar di UM, mengikuti berbagai pelatihan bahasa inggris, si Farus yang
menghilang tak jelas kabarnya sejak ditinggal calon istrinya, katanya sih. Si
Hambali yang sukses mewujudkan impiannya ke Sudan, haji ke Baitullah, ke
Madinah, mempelajari studi islam disana. Si Nafis yang cemerang di AS UIN
Jakarta. Si Fara yang nggak tahu juga keberadaannya sekarang, tapi kadang terakhir
bertemu di UIN Malang saat FJA BSA. Resi yang sibuk dengan Aremanitanya juga
studinya, Si Rifa yang lagi asyik dengan Perbandingan Madzhabnya, Si Rissa yang
kabarnya sudah lepas jilbab usai keluar dari MAN 3 Malang dan ma’had. Si Titin
yang beberapa saat lalu jatuh hati pada Fashihuddin, siswa jurusan IPS di MAN 3
Malang, sekarang di jurusan Olahraga di UM. Si Wilda yang lagi fokus di
studinya. Si Zian yang masih sering qori’ dan juga jadi vokalis banjari. Pokoke
sukses kabeh gae konco-koncoku dimana pun kalian berada, dan semoga kalian
selalu ingat bahwa kita disatukan di bawah panji-panji islam, jurusan yang
menjunjung tinggi ajaran Islam yang semoga kita tidak mudah terjerumus pada
perilaku yang tidak diridhoiNya. Salam sukses selalu untuk Hunter of
Paradise dari saya, Muhammad Amin.


Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.