Senin, 12 November 2012
Jumat minggu
lalu, 9 November 2012. Hari itu aku dan kawan-kawan dari kelas PBA A dan
jurusan lain di fakultas Humaniora dan Budaya mengikuti dan berpartisipasi
dalam rangkaian acara Festifal Budaya 2012 (FESBUD 2012) yang diselenggarakan
oleh DEMA-F Humaniora dan Budaya. Acara dimulai dengan pawai adat dari berbagai
daerah di nusantara. Kemudian dilanjutkan dengan stand adat dan penampilan
upacara adat atau tarian khas dari daerah-daerah di Indonesia. Rangkaian acara
ini diakhiri dengan pagelaran seni Sujiwo Tejo pada jumat malam – aku tidak
dapat mengikutinya karena harus pulang gara-gara pilkada bupati di bojonegoro –.
Pawai dimulai pukul 07.00 dari depan SC menuju depan gedung fakultas untuk
presentasi budaya dan berakhir di depan SC. Pukul 08.00 diadakan penilaian
stand oleh para juri dari para dosen. Acara dilanjutkan dengan penampilan
tarian atau upacara adat dsb yang bertempat di teras gedung SC lantai 1. Rata-rata
kelas lain menampilkan tarian daerah masing masing, Hanya kelasku-PBA A- yang
menampilkan upacara pernikahan ala Solo dan kelas PBA B yang menapilkan drama
komedi “Malinkundang tidak menjadi batu”.
Satu
hal yang membuatku sedikit malu pada diriku, teman-temanku, uastadz, orang tua
dan tentunya Allah SWT adalah datangnya seseorang yang kuanggap spesial.
Namanya Jihan dari jurusan Psikologi. Aku mengenalnya di hari kedua OPAK
Universitas dan masih terus berkomunikasi sampai saat ini. Ia datang bersama
temannya dan ketepatan langsung menuju stand kelasku. Awalnya ia mengirim sms
yang isinya intinya adalah boleh nggak dia datang ke bazar FESBUD 2012 karena
ia melihat dari tadi hanya anak-anak fakultas HUDAYA saja yang lalu lalang
disana. Aku menjawabnya “Boleh saja, ini terbuka untuk umum kok.” Sebelum
menuju ke stand kelasku aku menyambutnya terlebih dahulu dengan bertanya
beberapa pertanyaan sepele dan basa-basi. Yang menjadi musykilah disini
adalah semua teman-teman kelas PBA A menganggap ia adalah pacarku. Padahal
sebenarnya juga tidak. Tetapi kalau mau dibilang ya juga nggak apa apa sih.
Hehe.... :D. Perasaan hatiku berkecamuk tak jelas antara rasa senang dan
menanggung malu kepada teman-teman di sekitarku. Sebenarnya aku ingin mengajaknya
mengobrol empat mata tetapi lisan ini kelu untuk jujur berkata kepadanya dan
kaki ini pun malas melangkahkan kaki mendekatinya yang pada akhirnya aku hanya
mampu memandangi seraya sesekali mencuri dengar apa yang ia perbincangkan
dengan teman yang ia ajak dan beberapa temanku yang memang ternyata sudah kenal
dengannya karena ketepatan satu mabna. Beberapa temanku mencibir. Si Salmas
bertanya “Yang mana sih ceweknya Amin?” Temanku sontak menjawab “itu lho yang
pakai kerudung oren yang lagi bareng temennya yang pakai kerudung biru.”Baju
dan kerudung oren itu adalah busana yang ia kenakan kemarin malam ketika aku
memberikan tiket nonton pagelaran seni Sujiwo Tejo kepadanya di tempat biasa.
Aku sempat berbincang sedikit dengannya pada malam itu. Perbincangannya tentu
hanya seputar masalah kuliah dan basa-basi kesana-kemari. Perbincangan kami
akhiri dengan saling bertukar salam karena ia memang harus segera kembali ke
mabna karena aturan di mabna putri adalah mabna ditutup pada pukul 21.00. Kembali
ke cerita awal, di tengaj-tengah ia asyik berbincang dengan teman-taman ia
sempat foto bersama dengan teman-temanku. Sebenarnya aku juga meminta kepada
temanku untuk memotretnya tetapi sayang seribu sanyang aku lupa memencet tombol
save dan akhirnya fotonya tidak tersimpan dalam memori hp dan hilang begitu
saja. Setelah sekitar 1 jam ia bersama temannya ngobrol di depan stand kelasku
akhirnya ia meninggalkan stand kelasku juga dan kembali ke mabnanya. Tetapi
walaupun tidak ada bukti konkret berupa foto kalau ia telah mengunjungi stand
kelasku setidaknya tulisan ini masih mau menjadi saksi bisu kesunyian rasa hati
yang begitu ingin mengungkapkan sesuatu yang tidak tahu apa rasa itu
sebenarnya. Jumat minggu
lalu, 9 November 2012. Hari itu aku dan kawan-kawan dari kelas PBA A dan
jurusan lain di fakultas Humaniora dan Budaya mengikuti dan berpartisipasi
dalam rangkaian acara Festifal Budaya 2012 (FESBUD 2012) yang diselenggarakan
oleh DEMA-F Humaniora dan Budaya. Acara dimulai dengan pawai adat dari berbagai
daerah di nusantara. Kemudian dilanjutkan dengan stand adat dan penampilan
upacara adat atau tarian khas dari daerah-daerah di Indonesia. Rangkaian acara
ini diakhiri dengan pagelaran seni Sujiwo Tejo pada jumat malam – aku tidak
dapat mengikutinya karena harus pulang gara-gara pilkada bupati di bojonegoro –.
Pawai dimulai pukul 07.00 dari depan SC menuju depan gedung fakultas untuk
presentasi budaya dan berakhir di depan SC. Pukul 08.00 diadakan penilaian
stand oleh para juri dari para dosen. Acara dilanjutkan dengan penampilan
tarian atau upacara adat dsb yang bertempat di teras gedung SC lantai 1. Rata-rata
kelas lain menampilkan tarian daerah masing masing, Hanya kelasku-PBA A- yang
menampilkan upacara pernikahan ala Solo dan kelas PBA B yang menapilkan drama
komedi “Malinkundang tidak menjadi batu”.
Satu
hal yang membuatku sedikit malu pada diriku, teman-temanku, uastadz, orang tua
dan tentunya Allah SWT adalah datangnya seseorang yang kuanggap spesial.
Namanya Jihan dari jurusan Psikologi. Aku mengenalnya di hari kedua OPAK
Universitas dan masih terus berkomunikasi sampai saat ini. Ia datang bersama
temannya dan ketepatan langsung menuju stand kelasku. Awalnya ia mengirim sms
yang isinya intinya adalah boleh nggak dia datang ke bazar FESBUD 2012 karena
ia melihat dari tadi hanya anak-anak fakultas HUDAYA saja yang lalu lalang
disana. Aku menjawabnya “Boleh saja, ini terbuka untuk umum kok.” Sebelum
menuju ke stand kelasku aku menyambutnya terlebih dahulu dengan bertanya
beberapa pertanyaan sepele dan basa-basi. Yang menjadi musykilah disini
adalah semua teman-teman kelas PBA A menganggap ia adalah pacarku. Padahal
sebenarnya juga tidak. Tetapi kalau mau dibilang ya juga nggak apa apa sih.
Hehe.... :D. Perasaan hatiku berkecamuk tak jelas antara rasa senang dan
menanggung malu kepada teman-teman di sekitarku. Sebenarnya aku ingin mengajaknya
mengobrol empat mata tetapi lisan ini kelu untuk jujur berkata kepadanya dan
kaki ini pun malas melangkahkan kaki mendekatinya yang pada akhirnya aku hanya
mampu memandangi seraya sesekali mencuri dengar apa yang ia perbincangkan
dengan teman yang ia ajak dan beberapa temanku yang memang ternyata sudah kenal
dengannya karena ketepatan satu mabna. Beberapa temanku mencibir. Si Salmas
bertanya “Yang mana sih ceweknya Amin?” Temanku sontak menjawab “itu lho yang
pakai kerudung oren yang lagi bareng temennya yang pakai kerudung biru.”Baju
dan kerudung oren itu adalah busana yang ia kenakan kemarin malam ketika aku
memberikan tiket nonton pagelaran seni Sujiwo Tejo kepadanya di tempat biasa.
Aku sempat berbincang sedikit dengannya pada malam itu. Perbincangannya tentu
hanya seputar masalah kuliah dan basa-basi kesana-kemari. Perbincangan kami
akhiri dengan saling bertukar salam karena ia memang harus segera kembali ke
mabna karena aturan di mabna putri adalah mabna ditutup pada pukul 21.00. Kembali
ke cerita awal, di tengaj-tengah ia asyik berbincang dengan teman-taman ia
sempat foto bersama dengan teman-temanku. Sebenarnya aku juga meminta kepada
temanku untuk memotretnya tetapi sayang seribu sanyang aku lupa memencet tombol
save dan akhirnya fotonya tidak tersimpan dalam memori hp dan hilang begitu
saja. Setelah sekitar 1 jam ia bersama temannya ngobrol di depan stand kelasku
akhirnya ia meninggalkan stand kelasku juga dan kembali ke mabnanya. Tetapi
walaupun tidak ada bukti konkret berupa foto kalau ia telah mengunjungi stand
kelasku setidaknya tulisan ini masih mau menjadi saksi bisu kesunyian rasa hati
yang begitu ingin mengungkapkan sesuatu yang tidak tahu apa rasa itu
sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.