Pagi ini saya punya cerita seru. Pasalnya untuk pertamakalinya saya telat masuk kuliah karena ketiduran. Bagaimana pun, sekarang saya sedang menempuh pendidikan pascasarjana jurusan pendidikan bahasa Arab di UIN Maliki Malang. Ceritanya, saya pagi tadi selepas subuh dan membaca Al-Qur'an lalu sarapan di kantin bersama santri Al-Qalam ditemani perbincangan hangat seputar keindonesiaan dengan Pak Pur, pegawai dapur ma'had. Setelah selesai sarapan, saya pun kembali ke kamar untuk melanjutkan aktivitas. Saya baca-baca sirah nabawiyah ar rohiiq al makhtum karya Syeikh Shofiyurrahman AL Mubarakfuri yang saya beli melalui bukalapak beberapa waktu lalu. Baru saya baca bagian pengantar dan pentahqiq, saya tak kuat menahan kantuk yang sangat. Maklum karena semalam saya tidur cukup larut karena ada sedikit masalah terkait keuangan yang harus segera diselesaikan. Akhirnya saya pun tertidur. Saya berpikir semoga saya bangun pukul 7 lewat sedikit lalu mandi dan berangkat kuliah. Maklum, hari ini saya kuliah pukul 8 pagi di kampus II Pascasarjana Batu. Tetapi, karena saya tidak menyetel alarm hp dan juga ketika itu hp saya silent, akhirnya saya terbangun ketika melihat layar hp saya ditelpon oleh ustadz Ali yang ternyata menanyakan sertifikat PINBA setahun lalu. Saya pun bergegas mandi dan berangkat kuliah. Jujur saja saya sedikit ngebut di jalan. Bagi saya, tidak apa terlambat yang penting tetap masuk kuliah daripada harus ijin tidak masuk. 5 juta yang saya bayarkan di awal tidak mau saya sia-siakan begitu saja.
Alhamdulillah, saya tiba di kampus II sekitar 15 menit. Saya bergegas mengambil jurnal yang ternyata memang belum diambil teman-teman. Itu pertanda baik, karena berarti mahasiswa belum diabsen. Segera juga saya menuju ruang A309 dan ternyata memang diskusi sudah dimulai. Pengalaman terlambat ini menjadi pelajaran berharga bagi saya. Untuk ke depan saya akan pasang alarm tanda kuliah setiap harinya agar saya tidak terlambat lagi. Mungkin kalau di awal kuliah S2 ini saya masih tinggal di Batu dekat kampus 1 sehingga insyaAllah saya bisa meminimalisir menit keterlambatan saya. Tetapi, karena saya sekarang sudah tinggal di Malang, maka setidaknya saya harus sudah berangkat dari Malang 30 menit sebelum kuliah dimulai. Ya setidaknya saya mengantisipasi macet dll yang bisa saja terjadi di jalan raya. Sungguh benar kata mutiara yang tertulis di tiap baris buku tulis yang biasa kita beli bahwa "Experience is the best teacher" Pengalaman adalah guru yang paling berharga karena memang ia mengajar melalui kenyataan kehidupan, tak hanya sekadar bahasa verbal atau tulisan dalam buku-buku.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.