Langsung ke konten utama

BAN BOCOR !!!


      Bagaimana rasanya ban bocor ketika kau akan berangkat kuliah sedangkan lokasi kuliah cukup jauh, sekitar 8 km dari lokasimu? Tentu kalian akan bingung. Itu pun yang terjadi pada diri saya hari ini. Sebelumnya, kemarin saya bersama Hamid dan Labib mengerjakan tugas kelompok filsafat ilmu. Maklumlah karena hari ini saya harus presentasi matakuliah tersebut. Sepulang dari rumah Hamid saya sebenarnya sudah merasa ada yang nggak beres dengan ban sepeda motor saya, tetapi saya mengabaikannya begitu saja. Nah, pagi ini, gobloknya saya, saya menganggap ban sepeda saya baik-baik saja, angin yang ada di dalam ban itu saya kira juga masih penuh hanya dengan menendangnya seperti kebiasaan saya. Ternyata, sebenarnya ban itu sudah tidak ada angin dan saya masih memaksakan diri membawa motor saya sejauh 8 km itu sampai di kampus pasca di Batu. Sesampai di kampus, saya pun mengecek dan melihat dengan seksama dan ternyata benar, ban saya tidak ada angin sejak dari Malang. Astaghfirullah, andaikan ban ini bisa bicara, mungkin ia sudah marah besar kepada pemiliknya yang dengan sengaja memaksanya membawa beban yang begitu berat tanpa angin sejauh 8 km. 
      Akhirnya sepulang kuliah siang itu saya mencari tempat untuk sekadar menambah angin tanpa mengecek apakah ban saya ini bocor dan perlu diganti ban dalam. Nah, bodohnya saya lagi adalah saya hanya menambah angin saja dan kembali menaiki sepeda motor saya sampai akhirnya saya merasa sepeda saya kembali oleng di dekat kampus Brawijaya. Beruntung, tidak jauh dari tempat saya berhenti saya melihat tulisan Tambal Ban, hati saya senang melihatnya meski saya sudah dapat menduga bahwa harganya sedikit lebih mahal karena pasti harus mengganti ban dalam. Hal itu benar terjadi, saya membayar 45 ribu sudah termasuk ongkos pasang ban dalam bagian depan tersebut. Akhirnya saya pulang dengan puas meski harus mengeluarkan uang untuk service motor saya. Setidaknya dari pengalaman ini saya belajar bagaimana merawat motor saya lebih baik dan pastikan segalanya ready sebelum mengendarai kendaraan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...