Langsung ke konten utama

Rihlah Musyrif Avedun 2014

       Pagi ini, aku bersama musyrif dan murobbi serta Ust. Umam, Ust. Luthfi, Ust. Imam Sholihin, Mas Faiz, dan Mas Habib ikut serta dalam rihlah musyrif Avedun ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Perjalanan diawali di pagi hari tanggal 27 Desember 2014. Pukul 8 kami berangkat. Sempat terlambat dari jadwal awal karena Mas Misbah yang terkenal sedikit lemot dalam merespon keadaan yang ada. Akhirnya kami meluncur ke Sidoarjo. Di sana, kami disambut oleh keluarga Alimin dengan ramah. Kami menikmati jamuan yang disediakan lalu pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Mojokerto. Di tengah perjalanan, sedikit ada gerimis, tetapi akhirnya kami sampai juga di kediaman Mas Agus. Ternyata, ortu mas Agus punya toko yang cukup besar di depan rumahnya. Usai menikmati sedikit makanan ringan, kami pun izin sebentar untuk sholat di masjid terdekat yang pada saat itu sedang direnovasi. Usai itu, hujan turun cukup lebat. Kami beristirahat sebentar sambil ngobrol kesana-kemari. Setelah hujan reda, kami kembali ke rumah mas Agus dan menyantap makan siang dengan lahap. Usai itu, perjalanan berlanjut menuju Bojonegoro yang kami tempuh selama kurang lebih 3 jam. Menuju Bojonegoro, hujan mengguyur sepanjang perjalanan dan itu cukup lebat dan sempat membuat kami kebasahan ketika sampai di kediaman Kholil yang ternyata berjarak 40 km dari rumahku. Tapi, tak apa. Di sekitar rumah Kholil ada banyak proyek minyak. Maklum, karena memang di daerah tersebut minyak di Bojonegoro diproduksi mulai dari pengeboran sampai pada kilang minyaknya. Rumah Kholil menggambarkan rumah joglo zaman dahulu yang mengingatkanku pada rumah kakek dan nenek dari ayah yang berada di Ngawi. Rumahnya cukup luas dengan beberapa sekat yang dijadikan sebagai kamar tidur. Setelah adzan maghrib berkumandang, kami semua menyantap makan malam disana dengan sangat lahap dan nikmat sambil tak lupa ngobrol kesana-kemari.

       Setelah dirasa cukup, kami pamit undur diri untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju rumahku. Di tengah perjalanan kami mengisi bensin karena merasa rombongan mobil yang dikendarai Mas Nuhan tertinggal jauh di belakang. Setelah beberapa saat, kami baru menyadari kalau mereka sudah sampai di Jalan Diponegoro Bojoengoro. Salah satu jalan teramai di Bojonegoro. Akhirnya dengan tergesa kami pun menyusul mereka dan akhirnya semuanya sampai di rumahku pada pukul 8 malam. Sesampainya di rumahku, mereka disambut oleh ibu bapakku lalu dipersilahkan menikmati hidangan yang ada. Beberapa orang mohon diri untuk beristirahat karena lelahnya perjalanan sedangkan yang lain masih asyik mengobrol di berbagai tempat. Akhirnya, aku pun tertidur setelah sempat ikut berdiskusi panjang bersama orang-orang di ruang tamu dengan bintang tamu Mas Misbah. Akhirnya kami pun terlelap dalam mimpi indah masing-masing. 
       Pagi harinya, aku terbangun oleh Mas Misbah yang pada malam harinya meminta makan sahur. Aku pun menanggapinya dan menyuruhnya untuk mengambil sendiri makan sahurnya. Setelah itu, subuh menjelang dan kami semua melaksanakan ibadah subuh. Setelah semuanya bersih diri dan siap untuk sarapan, dari teras depan terdengar seseorang berkata kalau ban sebelah kiri depan mobil milik Mas Faiz kempes dan harus ditambal. Akhirnya kau bersama Mas Nuhan dan Mas Faiz langsung bergerak menuju tempat tambal ban tubles di depan terminal lama. Sembari menunggu, kami tinggal ban itu untuk mengisi bensin. Usai itu, sekitar 5 menit berlalu, akhirnya semuanya selesai dan kami semua segera kembali ke rumahku. Sesampai disana, aku segera ambil sarapan dan makan denga lahap. Sesudah itu, sekitar pukul 8 pagi, aku bersama teman-teman musyrif semuanya mohon diri ke ibu dan ayahku untuk melanjutkan perjalanan menuju Sragen, Jawa Tengah dimana kami akan menghadiri pesta pernikahan Ustadzah Hanum. Sesampai disana ada satu insiden, yaitu Mas Bahroin tidak bisa memarkir mobil yang dikendarainya sehingga akhirnya Mas Bahroin keluar mobil dan mobil dikondisikan oleh Mas Nuhan untuk diparkir. Setelah jamuan makan selesai, kami menyempatkan foto sebentar bersama pengantin dan kami pun menuju rumah pengantin untuk berbincang banyak hal dan akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan setelah segalanya dirasa cukup. 
       Perjalanan berlanjut menuju rumah Yazid yang memang cukup jauh dari Sragen. Tempatnya ada di Margomulyo, perbatasan paling selatan dari Bojonegoro. Sesampainya disana, hari sudah malam. Saya pun baru menyadari kalau disini jalannya memang sangat jelek karena memang perbatasan. Mungkin, Pak Yoto sedikit lupa dengan rakyatnya di perbatasan Bojonegoro ini. Semoga di tahun mendatang, segalanya menjadi lebih baik. Kami dijamu dengan jamuan yang sangat lezat dan nikmat. Kami sempatkan untuk sholat maghrib sekaligus Isya' dijama' qoshor. Kemudian, menuju tengah malam, kami lanjutkan perjalanan menuju destinasi terahir, yaitu Nganjuk, kediaman Aliqodin. Sesampainya disana, benar saja, hari sudah pagi. Kami semua langsung menuju ke surau kecil tempat dimana kami semua tidur dengan nyenyak ditemani nyamuk yang kurang bersahabat. Pagi harinya, pukul 3 pagi, kami makan alias sahur dan langsung melanjutkan perjalanan ke Malang. Sholat subuh di tengah perjalanan sambil istirahat sebentar dan ketika menuju Malang, hujan sedikit menghalangi perjalanan kami, tetapi untungnya tak begitu lebat. Kami sampai di Malang pukul 8 pagi. Seketika aku langsung mandi dan menyalakan laptop. Lalu pada pukul 9 pagi aku melakukan perjalan pertama mengendarai si biru-hitamku menuju kota Angling Dharma. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...