Langsung ke konten utama

GO HOME RIDING MOTORCYCLE FOR THE FIRST TIME

       29 Desember 2014 menjadi saksi dimana diriku mampu bersepeda motor selama 6 jam dari Malang menuju Bojonegoro. Beberapa hari sebelumnya, sepeda sudah kuservis meski harus rela merogoh kocek yang tak sedikit. Tetapi, ini demi kelancaran dan kenyamanan selama perjalanan. Alhamdulillah, hari itu begitu cerah pada pukul 9, meski sebelumnya sempat diguyur hujan yang cukup deras. Meski diriku bersama teman-teman musyrif baru saja sampai dari rihlah sepanjang Jawa Timur dan Jawa Tengah, hal tersebut tidak mengendurkan semangatku untuk segera berkendara dan sampai di rumah tercinta. Segalanya kupersiapkan dengan sempurna. Tempat tidur aku bersihkan, kukunci almari dan tak lupa kuminta doa restu dari teman-teman seperjuangan di mabna dan tak lupa Bu Nur.
       Seketika itu, langsung saja aku lajukan sepeda motor bersama pengendara lainnya menyusuri jalan menuju kota Angling Dharma. Aku sudah mempersiapkan peta meski akhirnya tak sempat kubuka. Aku juga sudah siap untuk memakai GPS bila sewaktu-waktu aku tersesat. Maklum, karena ini perjalanan jauhku yang pertama. Kupersiapkan juga Powerbank Samsung yang memiliki daya cukup besar milik ayahku yang 2 hari lalu aku ambil ketika aku bersama teman-teman musyrif Ibnu Kholdun ke rumahku. Perjalanan ini memang cukup jauh. Bila kuamati peta, perjalanan ini menempuh 200 km lebih dan membutuhkan waktu 3-4 jam. Tentunya itu semua dengan syarat kondisi jalan mulus dan lalu lintas sangat lancar. Berkendara jauh terkesan seru dan menegangkan. Seru karena kahirnya bisa menaklukkan jalanan dengan penuh peluh dan debu jalanan. Menegangkan karena sesekali harus berpapasan dengan truk atau bus yang tak mau kalah seakan-akan mereka adalah raja jalanan. Tetapi, kunikmati saja perjalanan kali ini. Aku tak dikejar waktu jadi santai saja. Perjalanan sudah sampai 3 jam dan aku memasuki daerah Mojokerto. Sampai di tengah perjalanan kulihat GPS dan aku harus lurus agar bisa segera sampai. Tetapi, aku ambil kiri dan akhirnya aku tak bisa kembali ke alur utama. Akhirnya aku mengikuti apa yang ditunjukkan oleh GPS. Sampai pada akhirnya aku keluar dari Mojokerto dan masuk daerah Lamongan. Sebenarnya aku sedikit menghafalkan jalan ini 2 hari yang lalu ketika rihlah bersama teman-teman musyrif Ibnu Kholdun. Tetapi, setelah sampai di persimpangan lagi aku pun bingung dan sempat berputar sebanyak 3 kali baru berada pada jalan yang benar. Keadaan berubah ketika aku memasuki sebuah daerah yang bernama Mantup, Lamongan. Tiba-tiba aku memasuki daerah hutan yang sepi dengan jalan yang cukup mulus namun begitu sepi. Bila di daerah seperti ini yang aku takutkan adalah kalau-kalau ada penjahat, ban kempes, dan hujan lebat. Tetapi, alhamdulillah itu semua tak terjadi. Namun, sayang seribu sayang, aku sedikit tersesat di perkampungan dan cukup bingung mengikuti GPS mengingat jalan yang harus ditempu cukup terjal meski kanan-kiri begitu indah karena melewati daerah persawahan yang begitu luas. Setalah sekitar setengah jam, akhirnya aku bisa keluar dari ketersesatan jalanku tersebut. Akhirnya aku sampai pada jalur yang benar dan sesuai dugaanku, aku sudah sampai di Babat. Tinggal sekitar 1,5 jam lagi aku sampai di rumah tercinta. Aku pacu sepeda motor lebih kencang karena tak sabar ingin segera sampai. Akhirnya aku sampai di rumah setelah 6 jam berkendara dengan istirahat sebentar-sebentar walau hanya minum dan melihat GPS. Tetapi, ‘alaa kulli haal, aku sudah sampai di rumah dan sekarang waktunya istirahat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...