Langsung ke konten utama

OPAK 2012, OPAK penuh KEKERASAN dan KENANGAN INDAH

OPAK, semacam OPSPEK yang dilaksanakan di Universitas. Dikenal semacam masa orientasi atau pengenalan kepada mahasiswa tentang kampus dan seisinya. 

Hari itu, Rabu, 29 Agustus 2012, sekitar satu tahun yang lalu. Pagi-pagi kami MABA 2012 harus segera bangun dengan sigap demi mengikuti OPAK Universitas Islam Negeri Malang hari pertama. Setelah bangun, aku langsung mandi dan memakai kostum OPAK hari pertama. Kemeja putih polos panjang, Jas Almamater UIN Maliki Malang, kopyah, kaos kaki putih, sepatu pantofel hitam. Tak lupa, kugendong tas kesayanganku yang aku beli beberapa bulan lalu di akhir kelas 3 MAN 3 Malang. Selepas sholat subuh di Masjid At-Tarbiyah, aku bersama teman-teman MABA 2012 menuju lapangan utama UIN Maliki Malang. Awalnya kami diajak senam pagi ringan yang dipimpin oleh kakak-kakak dari UKM MENWA UIN Maliki Malang. Setelah itu, kami mengikuti rangkaian acara OPAK yang tentunya diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan Bapak Rektor, Prof. DR. Imam Suprayogo sekaligus membuka rangkaian OPAK Universitas dilanjutkan OPAK Fakultas yang masing-masing dilaksanakan selama 2 hari. OPAK Universitas kali ini bertema "Mahasiswa Pancasila Berjiwa Ulul Albab". Setelah itu, datang segerombolan kakak-kakak tingkat yang kemudian kami kenal dengan istilah TIM KASIH SAYANG. Tim ini akan senantiasa mengecek kedisiplinan kami selama OPAK Universitas berlangsung. Keberadaan tim ini dilanjutkan dalam OPAK Fakultas yang di Fakultas HUDAYA dikenal dengan Tim Suka-Suka dan di OSJUR PBA Tim ... (lupa aku). Mereka berteriak layaknya preman di dekat kami para MABA 2012, dengan teriakan "DIAM WOOYYY, KALIAN MABA MAU TAHU SIAPA KAMI, NANTI KALIAN AKAN TAHU SENDIRI SIAPA KAMI. Mereka datang dengan membawa sepeda yang terus digas sehingga terdengar suara "Reng... " berkali-kali, seakan-akan merekalah penguasa dan pemegang kendali OPAK 2012 ketika itu. Selain TIM KASIH SAYANG, ada juga yang namanya TIM ADVOKASI yang senantiasa membela kami apabila hak-hak kami dilanggar oleh TIM KASIH SAYANG. Hari itu, kami dikenalkan dengan salam OPAK 2012. Awalnya, terasa agak sulit, tapi lama-kelamaan kami hafal juga. Asyiiik banget lho ternyata salam OPAKnya ... "Assalamu'alaikum, ... Warahmatullahi ... Wabarakatuh.." begitulah sepenggal kalimat pada salam OPAK 2012 waktu itu. Kemudian, kami menuju Gedung SC (Sport Center) yang saat ini berubah namanya menjadi Gedung Jenderal Besar Soeharto. Disana, kami menerima pengarahan dari panitia, Rektor, PR, Dekan, UKM, DEMA, SEMA, dll yang berhubungan dengan universitas hijau ini (julukan UIN Maliki Malang). 

Setelah itu, siangnya kami beristirahat sebentar untuk melaksanakan sholat dzuhur dan mungkin makan siang. Tetapi, karena tidak sempat, aku hanya mekan roti yang aku bawa sejak tadi pagi aku berangkat tadi. Hmmzzz, sebenarnya lapar, tapi tak apalah. Acara dilanjutkan dengan materi di SC lagi sampai sore menjelang. Setalah sore hari, kami istirahat sholat Ashar dan kembali berkumpul di lapangan utama. Kali ini, giliran TIM KASIH SAYANG beraksi mengekseskusi kedisiplinan kami dalam mengikuti OPAK 2012 saat itu. Beberapa anak terlihat menentang dan mereka terpaksa maju untuk menerima berbagai hukuman dari panitia TIM KASIH SAYANG. Oh ya, karena saat itu aku kondisinya retak tulang kaki kanan, sehingga aku tidak ikut dimarahi sehingga aku bisa bersantai di belakang. Nah, dari sinilah, cerita cinta versiku dimulai. Aku mengenal seorang cantik jelita, baik, Namanya Nur Jihan, dia anak Psikologi asal Gresik. Dia mengidap penyakit sesak nafas kalau kena debu banyak. Sore itu, kami diberi tugas oleh panitia untuk membuat beberapa barang yang harus kami bawa besok dan kami diharuskan meresume semua materi yang hari ini kami ikuti. Akhirnya, sore itu berakhir dengan indah. Acara selanjutnya adalah kami MABA 2012 kembali ke Mabna masing-masing dan persiapan sholat maghrib dan isya' di Masjid At-Tarbiyah untuk putra dan di Masjid Ulul Albab untuk putri. Selepas sholat Isya' kami berkumpul lagi, bukan di lapangan tetapi di depan kelas-kelas di gedung B sesuai kelompok kami masing-masing. Kami membuat barang-barang yang harus kami bawa besok pagi dan meresume materi yang disampaikan seharian ini di selembar kertas folio bergaris. malam itu, pukul 21.00 untuk putri langsung kembali ke Mabna masing-masing sedangkan yang putra masih menunggu sampai pukul 22.00. Lalu, kami berlayar ke pulau kapuk. 

Memasuki OPAK hari kedua, hari penuh tantangan, kekerasan, dan CINTA. Pagi-pagi kami mandi seperti hari sebelumnya. Kami sholat subuh di Masjid At-Tarbiyah dengan langsung mengenakan pakaian OPAK 2012 yang menurut kami begitu tipis. Selepas sholat subuh, semua atribut untuk OPAK hari kedua kami kenakan. Mulai baju OPAK 2012 warna putih hijau yang lumayan tipis, celana hitam, topi ala budaya padang dengan tempelan lambang Pancasila di bagian depan. Dengan langkah pasti, meski ada yang gontai karena masih ngantuk ngerjakan tugas OPAK semalaman sampai pagi, kami menuju lapangan utama UIN Maliki Malang. Seperti hari sebelumnya, kegiatan dimulai dengan semam ringan pagi dipimpin oleh kakak-kakak dari MENWA UIN Maliki Malang. Selepas itu, TIM KASIH SAYANG datang lagi mengecek semua kelengkapan kami. Alhamdulillah, aku tidak pernah kena semprot TIM KASIH SAYANG. Satu sisi karena memang aku membawa semua yang ditugaskan oleh panitia, dan kedua yang sangat menguntungkanku saat itu adalah retak tulang kaki kananku karena kecelakaan 2 hari sebelum memasuki Ramadhan tahun lalu. Akhirnya, aku kembali mundur ke belakang, berkumpul bersama teman-teman lain yang sama-sama tidak bisa dengan keseluruhan mengikuti rangkaian OPAK karena sakit. Tanda sakit adalah kami membawa kartu sakit berwarna merah dari panitia beberapa hari lalu setelah cek kesehatan dan juga diberi PITA MERAH kecil yang harus kami kenakan selama OPAK 2012 berlangsung. Setelah semuanya selesai, materi kami dapatkan lagi di SC. Jadwal hampir sama seperti hari sebelumnya. Malam harinya, setelah sholat Isya' ditunaikan, kami semua, MABA 2012 berkumpul di lapangan utama untuk melaksanakan agenda terakhir setelah seharian tadi mengikuti rangkaian OPAK yang begitu melelahkan namun menyenangkan. Malam itu, aku kenal dengan Jihan. Untuk cerita lebih detailnya sudah aku ceritakan di postingku setahun lalu. Pokoknya malam itu penuh kenangan indah dan aku mendapat sebutan Mas Pita Merah oleh Nur Jihan.

Pagi harinya, kami masih harus mengumpulkan resuman seharian kemarin kepada panitia. Acara dilanjutkan dengan OPAK Fakultas di fakultas masing-masing. Di hari keempat, tepatnya tanggal 1 September 2013 dilangsungkan apa yang disebut dengan SIDANG PENERIMAAN OPAK 2012 yang dilaksanakan oleh DEMA-U yang ketika itu dipimpin oleh Mas Wildan Al-Faizi dari jurusan yang sama denganku, PBA. Sidang berjalan cukup alot karena antara hakim, penuntut umum, dan semacam tim advokat sama-sama bersitegang masalah anak-anak yangsaat itu didudukkan di kursi pesakitan di depan hakim persidangan. Kami semua meneriakkan, "HIDUP MAHASISWA" sebagai luapan rasa emosi kami selama empat hari kemarin. Hari itu, TIM KASIH SAYANG masih meluapkan rasa emosinya dengan membanting kursi yang ada di aula sambil berteriak-teriak macam orang gila. Putusan hakim tetap menerima atau meluluskan teman-teman kami yang ada di kursi pesakitan walau dengan beberapa syarat. Kami sempat takut lantaran kami katanya kalau tidak lulus OPAK dan tidak mendapat sertifikat OPAK 2012, maka kami tidak bisa ikut kuliah, dicabut statusnya sebagai mahasiswa UIN Maliki Malang, sampai tidak bisa ikut ujian komprehensif. Kataku dalam hati, "apa-apaan ini, yang banar saja, ah, pasti nggak mungkin, aku yakin ini semua hanya sandiwara yang memang sudah direncanakan dan disusun dengan rapi oleh panitia OPAK 2012" Setalah semuanya usai, kami keluar dari ruang sidang SC dan kami bersalaman dengan semua panitia yang selama ini sering membentak kami, terutama TIM KASIH SAYANG. Kami masih sempat bersalaman dengan teman-teman OPAK kami yang sempat dua hari ini kami berpisah karena mengikuti OPAK Fakultas yang diadakan oleh fakultas masing-masing. Malam itu, aku berfoto dengan Nur Jihan (Psikologi) dan Adhila Afri (PAI) sebagai kenang-kenangan kami bertiga karena selama OPAK 4 hari ini berlangsung kami semua memakai PITA MERAH, .. Hmmzz, PITA MERAH ini memang menyimpan begitu banyak kenangan tak terlupa, terutama dengan Nur Jihan .... :)             


     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...