Langsung ke konten utama

MAN 3 Malangku setelah 2 tahun berlalu

       Siang bakda dzuhur, di bawah terik mentari yang cukup menyengat kepala, kustarter sepeda motorku menuju MAN 3 Malang. Sebagai alumni dan sekarang masih kuliah di daerah Malang, sudah seharusnya saya berkunjung ke sekolah yang kian hari kian megah saja. Beberapa menit kemudian, saya telah sampai di parkiran masjid Al-Falah. Aku sempatkan makan bakso langgananku dahulu semasa MA disini. Tak lupa kusruput dengan nikmat semangkuk es campur sebagai penghilang rasa haus. Usai itu, langsung saja aku menuju pos satpam, menulis di buku tamu, lantas masuk saja menuju kantor ma'had putra. Belum sampai pintu masuk, kulihat sosok yang tak asing lagi di mataku, siapa lagi kalau bukan Mr. Yoga. Langsung saja kusalami beliau dan kuberkata akan menemui adikku. 
       Beberapa saat kemudian aku menunggu adikku di depan kantor ma'had. Tapi, tak kunjung datang. Akhirnya aku putuskan untuk beristirahat sebentar di sanggar pramuka. Satu tempat nyaman di lingkungan sekolah, meski kecil namun cukup untuk sekadar melepas lelah dari segala aktivitas belajar sewaktu MA dulu. Setelah beberapa saat, aku keluar dan duduk-duduk di bangku depan kelas. Sejurus kemudian, adikku datang menghampiriku setengah berlari. Alhamdulillah, akhirnya bisa juga ketemu adikku yang sudah cukup lama nggak ketemu karena aku ada kegiatan pengabdian masyarakat di Sumberpucung. Lalu, kami berbincang panjang lebar hingga sekitar setengah jam berlalu begitu saja. 
       Adikku menuturkan kalau sekarang tak sebebas dulu. Benar sih, kepala sekolahnya ganti. Aku pun tahu dari jejaring sosial facebook beberapa waktu lalu. Kemudian, adikku berkata kalau sekarang semua laptop harus dikumpulkan di satu tempat di ruangan kaca green house lantai 2 dan hanya dapat digunakan pada Sabtu sore hingga Ahad sore. Oh, malangnya. Dulu, ketika aku masih menjadi santri ma'had al-qalam tak sebegitunya. Tiap hari masih boleh menggunakan laptop dengan sangat leluasa. Mungkin karena waktu itu kepemimpinan masih dipegang Pak Imam Sujarwo dan hanya sebentar merasakan kepemimpinan Pak Ahmad. Menurut saya, ketika itu Pak Ahmad masih malu untuk mengubah secara total sistem yang selama ini telah berjalan di MAN 3 Malang. Tetapi tahun berganti dan kepemimpinan Beliau mulai terasa diktator. Segala keinginannya harus dituruti, mulai aturan jam penggunaan laptop, pramuka wajib, presensi sidik jari seperti sekolah sebelah (baca:MTsN Malang 1) dsb. Aku sendiri tak habis pikir, kok bisa-bisanya hal ini terjadi. 
       Hal lainnya adalah pengaturan jam makan di ma;had juga sedikit meresahkan santri ma'had, terutama bagi mereka yang sudah kecanduan organisasi atau ekstrakurikuler seperti pramuka, paskibra atau yang lain sehingga mereka harus telat untuk makan. Tetapi, karena ada aturan baru jam makan dibatasi, maka tak jarang dari mereka yang tidak makan baik di pagi hari maupun sore hari. Dari pihak dapur pun tak menyediakan waktu tambahan atau solusi lain agar semua santri dapat makan dengan nyaman dan tenang. Saya pun berpikir, zaman sekarang siswa disuruh belajar dikuras otaknya untuk terus berpikir sejak pukul 06.30 pagi sampai pukul 15.00 sore hari dan makan diatur sedemikian rupa, menurut saya hal itu terasa kurang manusiawi. 
       Itulah sekilas gambaran berita terbaru seputar kampus MAN 3 Malang dan Ma'had Alqalam. Sunggub sangat miris melihat berbagai perubahan yang begitu drastis selama 2 tahun diriku meninggalkan kampus nan megah ini. Saran saya untuk kampus MAN 3 Malang dan Ma'had Al Qalam ke depan adalah, tolong diprioritaskan sedikit masalah santri yang ada. Jangan berlaku semena-mena tanpa memperhatikan sisi psikologis mereka. Secara psikologis, usia sekolah sebaiknya tidak terlalu dikekang, sudah saatnya guru dan pejabat sekolah lebih mendengarkan keluhan siswa dan menanggapinya dengan baik agar tidak merugikan satu pihak. Semoga almamaterku selalu berjaya sampai kapan pun. 

Salam dari Muhammad Amin, alumni MAN 3 Malang 2012, angkatan 20.     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...