Oh, duhai hati yang kuharap selalu berdamai dengan jiwa. Kenapa sesekali kau selipkan rasa ini. Sebuah rasa yang begitu susah 'tuk diungkapkan, mudah dirasakan. Begitu hangat bagi siapa saja yang merasakannya. Duhai pujaan hati, sekelebat bayangmu datang. Kemarin saja, kembali lagi dua mata ini beradu pandang meski dalam waktu sepersekian menit lalu hilang. NAmun, seperti biasa, selalu saja terus kuperhatikan langkahmu dari belakang punggungmu. Kemarin, satu stel baju hijau membalut tubuhmu. Kau tahu, kau tampak anggun di mata. Entah, hati ini masih selalu menerima stimulus tersebut tanpa mau mengeremnya dengan keras. Untung saja tidak kebablasan. Kau lempar senyum, kubalas pula senyum itu. Bergetar lagi relung jiwa. Raga meraung, namun lisan sudah begitu kelu hendak memanggil namamu. Oh Tuhan, kalau rasa ini benar, jagalah sampai diriku halal bersanding dengannya. Namun, bila kehendakMu berlainan, aku yakin, Tuhan tak pernah memperlakukan hambaNya dengan tidak semestinya.
Meet you beside KOPMA UIN Malang 5/5/2014
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.