Langsung ke konten utama

Jumpa Kamu Lagi


       Hari ini, hatiku begitu senang. Hari ini, setelah sekian lama, aku bisa berjumpa dengan seseorang yang menurutku spesial. Memang, hanya beberapa kali saja saya merencanakan untuk bertemu, termasuk hari ini. Kita janjian hari ini untuk belajar blog, twitter, dan berbagai hal masalah teknologi. Aku sanggupi. Pagi hari sesudah bersih diri dan sarapan, aku langsung capcus ke parkiran sebelah PusIn UIN Malang, menunggu di atas motor kayak seorang cowok menunggu ceweknya dengan romantis #apasih. Setelah beberapa saat, aku duduk dengan bimbang, sesaat sesosok tubuh cantik telah berdiri tegak di depanku, siapa lagi kalau bukan dia, Jihan. Seketika itu, langsung saja ia duduk bersebelahan denganku, ia keluarkan laptop dari tas yang masih sama sejak aku pertama berjumpa, lalu ia nyalakan laptopnya. Ia tanya ini itu kepadaku dan dengan sabar kujawab satu per satu jawabannya. Pagi itu, memang masih terbilang sepi untuk ukuran umumnya. Tempat ini memang banyak digunakan mahasiswa untuk pacaran, dsb. Kulayangkan pandangan ke sekitar dan kulihat banyak cowok cewek duduk bersebelahan, entah diskusi entah apa, aku sendiri tak tahu. Semakin siang, terik matahari membuat suasana tidak lagi segar dan membuat kami gerah. Sempat aku bertemu Zaki, kawan di PBA, kusalami ia dan kuucapkan salam padanya dan ia duduk tepat di belakang aku dan Jihan dengan jarak yang memang tidak begitu jauh. Setelah beberapa saat, karena gerah dan panas, kami memutuskan untuk pindah ke taman depan rektorat yang tampak hijau, sepi, rindang, dan sejuk. Ah, indahnya taman ini. Taman depan rektorat ini dikenal dengan sebutan taman seribu janji dimana dua orang cowok cewek berjanji untuk pacaran mungkin. Kami berbincang panjang lebar. Ketika sudah selesai semua perkara utama yang dibahas, akhirnya pembicaraan melebar ke arah masing-masing dengan tetap porsi bertanyaku lebih besar daripada menjawab dan Jihan lebih banyak diam dan menjawab dengan jawaban sekenanya. Tak sengaja, Mala dan Zaki melihat kami berdua berbincang hangat kayak orang pacaran, aku hanya tersipu malu, begitu pun Jihan, ia hanya senyam-senyum saja. Oh, dia tidak bereaksi berlebihan. Beberapa saat berlalu, ada sebuah mobil masuk dan memutar balik di depan rektorat, kulihat tulisan TransExpress2 yang aku tahu ini pesannya di Mas Ubik dan pasti isinya adalah musyrif, musyrifah, murobbi dan murobbiyah, dan benar, sekelebat demikian, Mas Riyadh sebagai supir yang kala itu lewat tepat di belakang kami melongok ke luar dan berkata, .. "hmmzzz, amiin,". Hal itu disambut dengan ucapan yang lain dari dalam mobil, "Hmmzzz, amin, gini ya sekarang" Seketika aku mengacungkan tanda diam untuk mereka semua. Dan kami melanjutkan pembicaraan ngalor-ngidul. Lagi-lagi, Mbak Alam dan Mbak Ely juga lewat di seberang jalan dan menyapaku, seraya berkata, "Siapa tuh min?" Kujawab, "Nggak  siapa-siapa kok mbak." Kujawab seperti itu. Huft, pertemuan kali ini bisa dibilang spesial karena memang sudah lama kami berdua tidak bertemu apalagi berbicara empat mata seperti hari ini. Kami biasanya hanya sering sms pagi dan malam, telepon pun amat jarang, aku baru berani telepon beberapa saat kala UAS sudah usai sambil menunggu nilai keluar. Telepon pun aku memilih waktu yang tepat dan selalu aku tanyakan lebih dulu sebelumnya. Ya, mungkin ini semua salah, tapi semoga saja Allah mengampuninya dan jika jodoh pasti tidak akan kemana kok. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karnaval MSAA 2013

Kali ini aku pengen posting masalah masa akhirku di MSAA di tahun akademik 2012-2013 ini. Hari ini menjadi hari paling seru di MSAA, hari itu semua mabna di MSAA unjuk kebolehan dalam hal karnaval yang diikuti semua civitas akademika UIN Maliki Malang semester 2. Tema pada karnawval yang merupakan rangkaian Muwadda'ah MSAA 2013 ini adalah "MSAA is everything". Tiap mabna diharuskan menampilkan iconnya masing-masing, ada yang transportasi, IPTEK, Superhero, Nusantara, Luar Negeri, Flora Fauna, ANIME, dll. Pagi itu, kami berkumpul di lapangan utama UIN Malik Malang untuk melaksanakan upacara pelepasan karnaval oleh Bapak rektor UIN Maliki Malang, DR. H. Mudjia Rahardjo, M,Si. Setelah itu, ka mi diberangkatkan dengan rute mengitari sekitaran kota Malang di sekitar UIN Maliki Malang, banyak orang sempat bertanya-tanya mungkin, ini anak universitas masih ada karnaval juga, inilah UIN Maliki Malang, UIN Maliki Malang will be the first university in the world. Setelah karnaval...

BUBER ALUMNI MIN KEPATIHAN 2006

Hari ini, 6 Agustus 2013. Kami alumni MIN Kepatihan 2006 mengadakan BUBER di RM Dapur Kita depan SPENDABO. Berawal dari prakarsa teman yang menempuh studi di ITC Gontor, Wahyu Ariz, kami sepakat untuk melaksanakan buber sekaligus temu kangen alumni tahun 2006. Memang kurang bergitu ada persiapan dan koordinasi yang baik antara kita, sehingga hanya sedikit yang datang. Sebenarnya, 2 tahun lalu, ketika kami semua masih menempuh studi di SMA/SMK/MA kelas 3 kami bersepakat untuk mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu untuk merancang acara yang lebih bagus dan mantap di tahun-tahun selanjutnya, Tetapi, agaknya hal itu masih begitu sulit kami laksanakan karena satu dan lain hal. Tetapi tak apalah, yang penting acara tetap terlaksana dengan sangat mantap.  Kami berkumpul pada pukul 17.00 di RM Dapur Kita, RM yang tergolong baru di Bojonegoro, aku saja sampai tanya ke orang tua dimana tempatnya. Awalnya, karena cuaca sore itu kurang bersahabat, hampir saja kami membatalkan renca...

The Different Ramadhan Ever

Ramadhan telah tiba dengan berbagai kemewahan di dalamnya. Masjid ramai dikunjungi untuk sholat berjama'ah, suara lantunan ayat suci tak lupa senantiasa menghiasi bilik-bilik rumah dan sudut-sudut surau yang biasanya sepi dari aktivitas. Tetapi, Ramadhan 1434 H/2014 M ini bagiku serasa berbeda. Bagaimana tidak? For the firsat time, aku mengawali 1 Ramadhan di perantauan dengan kesendirian dan juga mengemban amanah mulia yakni menjadi musyrif Mabna Ibnu Sina MSAA UIN Maliki Malang. Diantar ayahku dari Surabaya pada tanggal 6 dengan mengendarai sepeda motor yang baru saja dibeli dari saudara di Surabaya, kami berdua meluncur ke Malang. Sesampai di Malang, kami menyempatkan diri mengunjungi adik di MAN 3 Malang. Sesudah Isya' aku antarkan ayah ke tempat ojek untuk kemudian menuju terminal dan pulang ke Bojonegoro. Hari-hari berikutnys, aku bersama musyrif/ah lainnya menjalani berbagai aktivitas disini. Walau awalnya penuh dengan ketidakpastian mengenai perpindahan kamar dan kegi...