Hemzzz, setelah sekian lama nggak posting, sekarang mau share masalah KRS an pertamaku di UIN Maliki Malang. tepatnya tadi malam, tanggal 3 Februari 2013, aku bareng teman-teman sekelas PBA pergi ke warnet dengan maksud mau KRS an pada pukul 00.00 tanggal 4 Februari 2013. Sesampainya di warnet, kami melakukan briefing sebentar mengenai strategi apa yang akan kita ambil buat KRS an dini hari nanti. Setelah dirasa cukup, kami ngenet terlebih dahulu.
Kabar buruknya adalah ternyata KRS baru akan dibuka pagi hari menjelang subuh sekitar pukul 03.00. Kabar ini aku dapat dari kakak angkatan musyrif ibnu rusydi. Akhirnya dengan berat hati, aku menonton film sampai pagi tanpa ditemani minuman, kopi, atau apa pun juga. Padahal, mata juga sebenarnya sudah tak kuat lagi untuk menahan kantuk sejak semalaman, Tapi, sudah kepalang basah, dilanjutin aja .. Sekitar pukul 03.30, kami sudah mulai bisa melakukan KRS an. Kabar buruk lagi, ternyata KRS itu cara ngisinya tidak bisa langsung kita pilih semuanya terus diinput dan harus satu-satu. Hal ini baru kita ketahui pagi harinya sekitar pukul 05.30 seusai sholat subuh di masjid Al-Falah MAN 3 Malang. Ternyata kabar buruknya juga, cara untuk bisa pemrogramannya adalah harus buka 2 website SIAKAD.UIN-MALANG.AC.ID. Huufftt, benar-benar deh ni UIN.
Kalau saya boleh usul ini, untuk ke depannya, di KRS itu sebaiknya diberi filter guna memudahkan pengguna baik itu dosen, mahasiswa, dan unsur lain universitas. Karena dengan begitu akan terasa lebih mudah dan cepat serta efisien, tidak seperti ini. Semoga LPSI segera bermuhasabah dan berusaha untuk membuat filter itu secepatnya. Kalau saja website siakad uin ini dijual tentu harganya akan sangat rendah. ..
Lanjut tentang KRS an tadi, karena kami para cowok kelas PBA A Sem. 1 udah pada lelah dan ngantuk, kecuali sedikit saja akhirnya kami memutuskan untuk ganti shift dengan anak cewek pagi itu. Sesudah beberapa anak cewek datang, kami merasa terbantu untuk segera menyelesaikan KRS an ini. Tetapi, karena siakad yang sering error sampai-sampai LPSI harus rela menutup pemprograman sampai 2 kali dalam sehari. Katanya sih demi perbaikan. Ok lah, nggak papa. dan benar ternyata sepulang kami semua dari warnet setelah hampir 12 jam berada di depan laptop dan tidak tidur, setiba di UIN dan mencoba KRS an di UIN pada siang hari tanggal 4 Februari eh, malah lebih mudah dan lebih cepet koneksinya. Mungkin karena memang disini pusatnya, jadi lebih cepat dan lebih mudah kalau mau KRS an daripada di tempat lain seperti warnet. Ya, nggak papa lah, akan kujadikan ini sebagai pelajaran hidup yang berharga tentang arti kesabaran dalam menghadapi berbagai masalah,
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.