20 Juni 2009 adalah hari yang sangat berarti bagiku. Karena pada hari itu adalah hari penentuanku lulus dari SMP atau tidak. Alhamdulillah, Aku lulus dengan NEM yang cukup memuaskan. Yaitu, 36,70 dengan rata-rata 9,17. Nilai per mata pelajaran adalah sebagai berikut :
1. B. Indonesia : 9,6
2. B. Inggris : 8,6
3. Matematika : 9,75
4. IPA : 8,75
2. B. Inggris : 8,6
3. Matematika : 9,75
4. IPA : 8,75
Lumayan, walau nggak bagus2 amat. Yang penting Aku lulus. Dan lagi SMP PLUS Arrahmat mendapatkan Rata2 nilai Unas tertinggi. Yaitu 9,13. Untuk mata pelajaran Matematika yang mendapatkan nilai 10,00 lebih dari setengah santri seluruhnya. Dan IPA yang mendapatkan nilai 10,00 ada 3 anak, yaitu M.Nuh Yahya, Rafiqi Tirta Adi Kusuma, dan satu lagi Yayang Aldira Nur Amin. Tapi, untuk peraih NEM UNAS tertinggi tahun ini lagi2 kena SMPN 1 Bojonegoro. Yaitu 38,70 dan untuk SMP-ku tertinggi diraih oleh Adib Gani Sila Nur Cahya dengan NEM >>>> 38,65. Hanya terpaut sekitar 0,05 saja. Tapi, itu tidak masalah, yang penting semua lulus (100 %).
Dengar2 SMP Muhammadiyah yang tidak lulus ada 19 orang padahal yang mengikuti Ujian Nasional adalah 20 orang. Jadi, yang lulus hanya 1 orang. Truzzz, yang aneh itu expresi dari ustadz Sya’roni selaku Kepsek Arrahmat School 1 hari sebelum pengumuman ditempel. Sore hari tanggal 19 Juni 2009, kami santri kelas 9 dikumpulkan di kelas 9 B untuk menerima pengarahan tentang pengumuman Ujian Nasional. Kami (kelas 9) mengira ustadz Sya’roni akan mengumumkan hasil Ujian Nasional pada sore itu juga. Ternyata tidak. Kami jadi malah deg2-an. Apalagi waktu iu banyak anak yang tidak ada tempat. Ada ang pulang, ada yang keluar tanpa ijin entah untuk apa. Ustadz Sya’roni merasa kecewa dengan itu semua. Apalagi sebelum keluar kelas 9 B beliau berkata “nanti kalau teman2mu kembali suruh mengahadap saya, saya sangat menyayangkan ini, tapi saya merasa bangga dengan kalian yang ada di sini. “ Wah, tampaknya semakin deg-degan aja kami mendengarnya. Jangan2 ada yang tidak lulus. Kami truzz berdo’a sampai pengumuman ditempel esok hari. Dan selain itu, kejadian lain yang sangat menakjubkan adalah ketika pagi hari setelah sholat subuh, salah satu dari kami ada yang bertanya kepada beliau “ustadz bagaimana hasil Unas kami ?” jawabnya “ Sudah nanti saja. Pokoknya Rafiqi dan Handi suruh siap aja ya nanti ketika apel” . jawaban yang begitu simple dan mengandung banyak arti dan makna. Apakah dua teman kami tidak lulus. Atau perasaan lain yang tak tentu. Kami sudah tidak sabar unuk melihat pengumuman yang akan ditempel pada pukul 08.00 pagi ini. Kemudian kami melaksanakan apel pagi. Ustadz Sya’roni berkaa kepada seluruh santri. “Arrahmat itu sulit, nilainya mahal idak seperti diluar yang mana nilai itu sangat murah. Sekarang dari kelas 7 yang Remidi pelajaran IPA ada berapa anak, coba acungkan tangan !” pinta ustadz Sya’roni kepada santri kelas 7. hamper setengahnya mengacungkan tangan. Beliau lanjutkan “ sekarang yg Remidi pelajaran MTK ada berapa anak, coba kelas 7 acungkan tangan !” ternyata sama juga, hampier setengahnya mengacungkan tangan. Beliau lanjutkan lagi. “ nah, sekarang dari kelas 9 yang dulu kelas 7 nya remidi matematika acungkan tangan !” yang mengacungkan tangan ada beberapa anak, diantaranya ada Abdul Karim Baharuddin Syah dan Ahamad Adib Dzikrillah. “Kalian tahu mereka dapat berapa ? Abdul Karim Matematika mendapat 10,00 begiu pula Adib Dzikrillah. Dan lagi alhamdulillah kita tahun ini lulus 100 % lagi dengan NEM tertinggi 38,65 dan terendahnya adalah 33, sekian, Rafiqi Tirta IPA mendapat nilai 10,00. Santri kelas 9 langsung berucap alhamdulillah, ada yang memeluk temannya karena tidak percaa dengan ini semuanya. Setelah itu kami berkemas2 untuk persiapan pulang dan kata ustadz Sya’roni “ nanti pengumuman UNAS akan saya tempelkan pukul 08.00. sekarang kalian berkemas setelah bersih ada yang laporan kpd saya. Ustadz asrama sudah bersih siap untuk ditinggal pulang. Setelah itu kalian bisa pulang ke rumah masing2 dan inat, kembali ke sini hari kamis sore. Jangan sampai telat ya, ingat itu !” titah ustadz Sya’roni. Kami menurutinya lalu kami berkemas2 unuk persiapan pulang. Setelah itu kami bisa melihat hasil pengumuman Ujian Nasonal kami. Setelah shoal dhuhur sekiar pukul 13.00 kami dikumpulkan di musholla untuk menerima surat yang harus diberikan kepada orang tua. Undangan apa ? undangan untuk menghadiri acara haflah ang akan dilaksanakan pada hari Sabtu malam Minggu tanggal 27 Juni 2009. Akhirnya kami pulang setelahnya dan menikmati liburan g bias dikata agak panjang ini. Sekali lagi Alahamdulillahirobbil ‘alamien.
MUHAMMAD AMIN
MUHAMMAD AMIN

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.