Malam puasa Ramadhan 1428 H telah tiba. Mungkin inilah yang ditunggu-tunggu oleh para santri Ar-Rahmat. Mengapa ? Karena pada awal malam puasa Ramadhan mereka diperbolehkan pulang selama satu hari untuk merasakan berpuasa di rumah bersama keluarga. Sesudah itu selama dua minggu mereka diharuskan mengikuti kegiatan yang ada di pondok. Yang mana kegiatannya kurang lebih sebagai berikut :
03.00 – 04.00 : Makan Sahur
04.00 – 05.00 : Sholat subuh & tadarrus
05.00 – 08.00 : Bebas
08.00 – 11.00 : KBM
11.00 – 11.45 : Bebas
11.45 – 12.15 : Sholat Dzuhur
12.15 – 15.00 : Bebas
15.00 – 15.30 : Sholat Asar & Mengaji
15.30 – 17.00 : Bebas
17.00 – 17.30 : Mandi & persiapan sholat maghrib serta berbuka
17.30 – 18.45 : Sholat maghrib & berbuka puasa
18.45 – 20.00 : Sholat Isya’, tarawih dan witir
20.00 – 22.00 : Tadarrus bergiliran per asrama dari asrama A – Asrama I
22.00 – 03.00 : Berlayar di pulau kapuk
Itulah kurang lebih kegiatan para santri Ar-Rahmat di bulan puasa.
Di saat malam terakhir berpuasa di bulan suci terjadilah suatu kejadian yang tak terduga sama sekali. Ketika beberapa santri asyik berlayar di pulau kapuk ada beberapa kawanan santri yang HUMAN ERROR melakukan kegiatan yang tak bermanfaat. Mereka bermain monopoli, halma, catur, dll hingga pukul 00.00. karena kegiatan mereka para santri yang asyik tidur tiba-tiba dibangunkan oleh santri yang belum tidur untuk berkumpul di lapangan. Sesampainya di sana para santri dimarahi habis-habisan oleh ustadz Sya’roni dan Ustadz Azmi. Para santri yang masih punya monopoli, halma, catur, dll disuruh mengumpulkan kesemuanya itu kepada ustadz Sya’roni. Setelh diterima oleh ustadz Sya’roni permainan- permainan itu diinjak, dibanting serta dirusak oleh ustadz Sya’roni dan ustadz Azmi. Sesudah beberapa saat dimarahi oleh dua ustadz tersebut para santri disuruh berganti pakaian busana muslim dan bergegas menuju musholla. Di sana mereka melakukan sholat tahajjud dan merenungi segala dosa yang telah dilakukan hingga saat ini. Kemudian para santri disuruh berkumpul di lapangan kembali. Di sana telah berdiri ustadz mathori masduqi bersama beliau di sana ada tiga orang santri dengan muka masam sambil menunduk berada di sampingnya. Ternyata setelah diselidiki oleh para ustadz ketiga santri tersebut terbukti telah kabur dan bermain PlayStation di luar dan di atas jam 22.00. Mereka dihukum dengan diguyur air septiktank oleh beberapa ustadz. Betapa baunya badan mereka. Hal ini memperingatkan kepada kita semua sebagai santri Ar-Rahmat untuk tidak mencoba-coba kabur. Jika kabur sanksinya bisa sampai dikeluarkan dari sekolah.
Pagi harinya seluruh santri bekerja bakti bersama untuk membersihkan seluruh lingkungan pondok sebelum mereka pulang ke rumah untuk merayakan hari kemenangan dengan keluarga, tetangga, sanak saudara dan famili.
-Ze3-17h7-
-Ze3-17h7-
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah comment .. Kapan-kapan kunjungi lagi ya ..,.